2AM Mengaku: JYP Mendebutkan Kami untuk Mengalahkan Super Junior

Lim Seulong dan Jinwoon mengungkap asal usul persaingan 2AM dan 2PM di kanal YouTube Eunhyuk Super Junior

|6 menit baca0
2AM Mengaku: JYP Mendebutkan Kami untuk Mengalahkan Super Junior

Dalam salah satu pengakuan paling jujur tentang rivalitas era keemasan K-pop, dua anggota 2AM yaitu Lim Seulong dan Jinwoon mengungkapkan bahwa grup mereka dibentuk oleh JYP Entertainment dengan tujuan spesifik: menyaingi Super Junior milik SM Entertainment secara langsung. Yang mengejutkan, pengakuan ini justru disampaikan di kanal YouTube Eunhyuk — anggota Super Junior sendiri.

Episode "Come Over Here" di kanal YouTube "Donghaemulgwa Baekdu Eunhyuk" (Laut Timur dan Baekdu Eunhyuk), yang tayang pada 16 Maret, mempertemukan artis-artis dari agensi rival dalam percakapan yang mustahil terjadi di puncak persaingan SM-JYP. Yang terungkap adalah pelajaran sejarah K-pop yang hidup, diceritakan langsung oleh para pelakunya.

Strategi "Senjata Rahasia" JYP

Dalam episode tersebut, Lim Seulong menjatuhkan bom yang membuat fans harus menulis ulang pemahaman mereka tentang sejarah K-pop generasi kedua. Ia mengungkapkan bahwa ketika JYP Entertainment merancang konsep yang kemudian menjadi 2AM dan 2PM, motivasi utamanya bukan sekadar mendebutkan artis berbakat — melainkan menciptakan grup yang mampu bersaing langsung dengan dominasi Super Junior di panggung musik Korea.

Pengakuan ini makin berbobot mengingat konteks era tersebut. Di pertengahan 2000-an, Super Junior telah memantapkan posisi sebagai salah satu boy group tersukses secara komersial dalam sejarah K-pop. Jumlah anggota yang besar, kehadiran di variety show, serta deretan lagu hit menjadikan mereka kekuatan yang tampak tak terkalahkan. JYP Entertainment, di bawah kepemimpinan pendirinya Park Jin-young, membutuhkan jawaban yang setimpal.

Jawaban itu datang dalam bentuk konsep revolusioner: alih-alih membentuk satu grup besar untuk menyaingi jumlah anggota Super Junior, JYP akan meluncurkan dua grup yang saling melengkapi. 2AM menangani ballad dan performa vokal, sementara 2PM fokus pada lagu dance berenergi tinggi dan penampilan panggung yang penuh kekuatan. Gabungan keduanya akan mencakup seluruh spektrum pasar musik yang dikuasai Super Junior.

Rencana "One Day" yang Tak Pernah Terwujud

Detail paling menarik yang terungkap mungkin adalah rencana awal untuk kedua grup. Menurut Lim Seulong, konsep awalnya adalah 2AM dan 2PM pada akhirnya akan bergabung menjadi supergroup bernama "One Day" — nama yang berasal dari penggabungan 2 AM dan 2 PM menjadi satu hari penuh 24 jam. Grup gabungan ini secara teori akan memiliki jumlah dan versatilitas untuk berhadapan sejajar dengan Super Junior.

Jinwoon, yang tampil bersama Lim Seulong, mengonfirmasi cerita tersebut dan menambahkan perspektif pribadinya tentang masa-masa awal itu. Kedua anggota 2AM menggambarkan sosok trainee muda yang sepenuhnya sadar akan lanskap persaingan ketat yang akan mereka masuki. Mereka tahu persis siapa lawan yang dihadapkan pada mereka, dan tekanan untuk membuktikan diri sangat besar sejak hari pertama.

Penggabungan "One Day" pada akhirnya tak pernah terwujud seperti yang dibayangkan JYP. Kedua grup menemukan identitas dan basis penggemar masing-masing, dengan 2AM dicintai sebagai grup vokal premier Korea dan 2PM meraih julukan "beast idol" berkat performa panggung yang powerful. Jalan terpisah terbukti lebih sukses dibanding pendekatan gabungan.

Rival di Panggung, Sahabat di Balik Layar

Yang membuat pengakuan ini begitu menghangatkan hati adalah tempat di mana ia terjadi. Fakta bahwa anggota 2AM memilih berbagi sejarah persaingan ini sambil duduk di studio anggota Super Junior menunjukkan betapa hubungan di industri K-pop telah berevolusi selama hampir dua dekade.

Eunhyuk, yang kanal YouTube-nya makin populer sebagai platform bagi veteran K-pop untuk berbagi cerita behind-the-scenes, dilaporkan bereaksi dengan keterkejutan dan kegembiraan yang tulus atas pengungkapan tersebut. Dinamika antar artis mencerminkan pemahaman dewasa bahwa struktur persaingan masa muda mereka pada akhirnya menguntungkan semua pihak — rivalitas mendorong semua orang bekerja lebih keras dan menghasilkan musik yang lebih baik.

Hal ini mengingatkan pada komentar Lim Seulong dalam penampilan sebelumnya pada April 2025, di mana ia menyinggung tema serupa. Dalam wawancara tersebut, ia mencatat bahwa tujuan JYP adalah menciptakan grup yang bisa bersaing dengan TVXQ maupun Super Junior, mengakui bahwa persaingan antara dua raksasa era itu — SM Entertainment dan JYP Entertainment — menjadi mesin penggerak evolusi kreatif K-pop di generasi kedua.

Nostalgia dan Warisan Generasi Kedua

Pengungkapan ini bergema sangat kuat bagi fans yang hidup di era generasi kedua K-pop, yang berlangsung sekitar 2003 hingga 2011. Era ini ditandai rivalitas agensi yang intens, dengan SM, JYP, dan YG Entertainment bersaing sengit memperebutkan dominasi pasar. Setiap agensi mengembangkan filosofi kreatif dan sistem pelatihan yang berbeda, dan grup-grup yang lahir dari persaingan ini turut membangun model industri K-pop yang masih beroperasi hingga hari ini.

2AM debut pada 2008 di bawah JYP Entertainment dan dengan cepat membedakan diri melalui kehebatan vokal. Sementara boy group lain di era itu bersaing lewat koreografi sinkron dan konsep visual, 2AM membangun reputasi dari kemampuan menyanyi murni. Lagu-lagu seperti "This Song", "I Did Wrong", dan "You Wouldn't Answer My Calls" menjadi beberapa ballad paling dicintai era tersebut.

Sementara itu, Super Junior yang debut tiga tahun lebih awal pada 2005 telah mengokohkan posisi sebagai salah satu grup paling berpengaruh di K-pop. Dengan anggota termasuk Leeteuk, Heechul, Yesung, Siwon, Eunhyuk, Donghae, dan Kyuhyun di antara yang lainnya, versatilitas grup di bidang musik, variety show, akting, dan musikal menetapkan template yang diikuti banyak grup setelahnya.

Fakta bahwa para artis ini kini bisa duduk bersama dan tertawa tentang dinamika persaingan yang membentuk karier mereka mencerminkan ikatan kuat yang terbentuk di industri K-pop. Meski agensi mungkin memosisikan mereka sebagai rival, para artis sendiri mengembangkan rasa hormat dan persahabatan yang melampaui segala strategi marketing.

Era Baru Kolaborasi Lintas Agensi

Percakapan jujur ini merepresentasikan tren yang lebih luas di industri K-pop, di mana para veteran dari berbagai agensi semakin terbuka tentang dinamika bisnis yang membentuk karier mereka. Kanal YouTube yang dikelola idol senior telah menjadi harta karun sejarah industri, menawarkan perspektif yang dijaga ketat selama masa promosi aktif.

Bagi fans baru yang mengenal K-pop melalui grup generasi keempat dan kelima, pengungkapan ini memberikan konteks krusial tentang fondasi industri yang mereka cintai. Persaingan SM-JYP di era 2000-an tidak hanya melahirkan musik hebat — ia menciptakan ekosistem kompetitif yang pada akhirnya melahirkan fenomena global seperti BTS, BLACKPINK, dan generasi artis saat ini yang bersaing di panggung dunia.

Saat Lim Seulong dan Jinwoon berbagi cerita mereka dengan senyuman di kanal Eunhyuk, mereka mengingatkan penonton bahwa di balik setiap konsep debut yang dirancang cermat dan strategi marketing, ada manusia nyata yang menavigasi tekanan luar biasa dengan keanggunan dan humor. Kesediaan mereka menyingkap tabir tentang asal-usul persaingan K-pop menjadikan episode ini tontonan wajib bagi siapa pun yang ingin memahami bagaimana industri ini menjadi seperti sekarang.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포 금지

Park Chulwon
Park Chulwon

Entertainment Journalist · KEnterHub

Entertainment journalist focused on Korean music, film, and the global K-Wave. Reports on industry trends, celebrity profiles, and the intersection of Korean pop culture and international audiences.

K-PopK-DramaK-MovieKorean CelebritiesGlobal K-Wave

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar

Memuat...

Diskusi

Memuat...

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait