Park Sung-woong Ungkap Bos Gangster Pernah Bilang: "Kalau Kamu Bukan Aktor, Kamu Cocok Banget di Dunia Kami"

Aktor veteran Korea ini membagikan cerita tak terduga dalam variety show 26 Maret yang belum pernah didengar para penggemarnya

|6 menit baca0
Park Sung-woong Ungkap Bos Gangster Pernah Bilang: "Kalau Kamu Bukan Aktor, Kamu Cocok Banget di Dunia Kami"

Apa yang terjadi ketika salah satu penjahat paling meyakinkan di televisi Korea diundang ke meja seorang bos gangster sungguhan? Bagi aktor Park Sung-woong, jawabannya adalah: terima segelas minuman, sambut pujian yang sangat spesifik, dan pulang dengan salah satu cerita terbaik dalam kariermu.

Park Sung-woong tampil dalam program variety KBS2 yang sudah lama berjalan, 'Rooftop Quiz Show' (옥탑방의 문제아들), pada 26 Maret 2026, bersama aktris Lee Su-kyung. Keduanya bersiap membintangi drama KBS2 hari Kamis '심우면 연리리' sebagai pasangan suami istri. Penampilan bersama ini memberi penonton gambaran pertama tentang chemistry pasangan yang sudah ditunggu-tunggu ini.

Bos Gangster yang Melihat Sesuatu dalam Dirinya

Park Sung-woong menghabiskan sebagian besar kariernya menjadi sosok paling berbahaya dalam cerita. Antagonis berdarah dingin, pemimpin organisasi kriminal, musuh yang penuh perhitungan — itulah daftar panjang perannya. Setelah bertahun-tahun memerankan penjahat, wajar jika performanya menarik perhatian seseorang yang beroperasi di dunia nyata.

"Saya sedang di bar dengan teman-teman suatu malam, ketika seorang pria mendatangi saya dan bilang bosnya ingin bertemu," kenang Park Sung-woong. Setelah mempertimbangkan situasinya, ia memutuskan bahwa menolak bisa lebih bermasalah daripada mengiyakan. Ia pun menerima undangan itu.

Pertemuan itu singkat, tapi pesan bos tersebut tak terlupakan. Mengangkat gelas ke arah Park Sung-woong, pria itu menyampaikan sesuatu yang sekaligus pujian dan penilaian karier yang ganjil: "Kalau kamu bukan aktor, kamu cocok banget bergabung dengan organisasi kami."

Studio pun meledak tertawa. Park Sung-woong mengakui bahwa setelah begitu lama memerankan penjahat, batas antara akting dan persepsi nyata telah menjadi sangat tipis.

Harga yang Harus Dibayar untuk Hidup dalam Pikiran Seorang Penjahat

Tawa mereda dan suasana menjadi lebih serius ketika Park Sung-woong beralih ke topik dampak psikologis. Ia telah memerankan pembunuh, bos kriminal, dan karakter bermoral rendah dalam puluhan produksi. Dan dalam episode ini, ia mengakui secara terbuka bahwa beban mental dari menghayati peran-peran itu nyata adanya — dan pernah menjadi sangat serius.

Setelah menyelesaikan drama thriller 2020 '루갈', Park Sung-woong mencapai batas kemampuannya. Peran itu menuntut ekstrem fisik dan psikologis: ia memotong semua karbohidrat untuk mempersiapkan tubuhnya untuk sebuah adegan tanpa baju, dan berbulan-bulan memerankan karakter yang didefinisikan oleh kekerasan membuatnya dalam kondisi mental yang tidak stabil.

"Saya mendatangi klinik psikiatri atas inisiatif sendiri," katanya. "Tidak ada pilihan lain." Di rumah, pisau dapur mulai memicu dorongan yang mengganggu. Ia menyingkirkan semua pisau dari rumah. Tapi momen terburuk, katanya, adalah saat berada di dalam mobil bersama putranya.

"Saya sedang menyetir dan tiba-tiba merasakan dorongan untuk menarik kemudi," katanya. "Saya harus menggenggam bagian bawah kemudi sekuat tenaga. Dan saya terus meminta putra saya untuk terus bicara — tolong terus bicara." Suara putranya ternyata yang menahannya sampai momen itu berlalu.

Respons dari penonton sangat cepat dan hangat. Kesediaan Park Sung-woong berbicara terbuka tentang kesehatan mental — termasuk mencari bantuan profesional — bergema jauh melampaui siklus berita hiburan biasa.

Pelajaran Etika yang Ia Berikan kepada Penggemar Berusia 20 Tahun

Tidak semua cerita Park Sung-woong memiliki beban emosional seperti itu. Ia juga berbagi kisah yang berada di antara cerita peringatan dan komedi — tentang pertemuan dengan penggemar saat makan malam kerja yang ia tangani dengan cara yang khas.

Seorang anak muda awal dua puluhan melihatnya, mendekatinya dari belakang, dan mengetuk bahunya tanpa sepatah kata sapa, langsung meminta foto. Respons Park Sung-woong bukan menolak — dan bukan sekadar menuruti permintaan itu. Ia mempersilakan penggemar itu duduk untuk apa yang disebutnya sebagai "pertemuan singkat tatap muka", menjelaskan dengan tenang bagaimana rasanya disentuh bahunya tanpa sapaan terlebih dahulu.

"Saya sudah lebih dari lima puluh tahun," katanya. "Kamu masih dua puluhan. Bahkan selebriti pun berhak mendapat kesopanan dasar." Begitu penggemar menerima pesannya — dan tersenyum — Park Sung-woong dengan senang hati berfoto selfie. Lee Su-kyung, yang mendengarkan di sebelahnya, merangkumnya dengan sederhana: setiap kali ada suara orang muda memanggil namanya saat makan malam, katanya, "para anggota tim langsung berkeringat dingin." Ada kehangatan dalam pengamatan itu — dan jelas, lebih dari sedikit kebenaran.

Koleksi Wine 100 Juta Won Milik Lee Su-kyung

Lee Su-kyung pun membawa revelasi tersendiri ke episode ini. Dikenal luas di kalangan dunia hiburan Korea sebagai penikmat wine serius, ia mengungkapkan bahwa rumahnya memiliki satu ruangan yang seluruhnya dikhususkan untuk alkohol — lebih dari 120 botol yang dikurasi dengan hati-hati selama bertahun-tahun.

Sorotan utama adalah satu botol tertentu. Beberapa tahun lalu, ia membeli wine seharga sekitar 6 juta won Korea. Botol yang sama kini bernilai lebih dari 100 juta won — imbal hasil yang akan membuat investor profesional pun iri. Dalam budaya selebriti Korea, ia telah menjadi contoh utama dari sul-tech (술테크): seni mengubah kecintaan pada wine pilihan menjadi strategi keuangan jangka panjang.

Lee Su-kyung menepis kekaguman orang-orang dengan santai yang khas. Ia mengklarifikasi bahwa ia tidak pernah berniat menjadikannya strategi investasi — ia hanya membeli apa yang ia sukai. Kombinasi antusiasme tulus dan kesabaran panjang itu ternyata menghasilkan hasil yang luar biasa.

Sepanjang episode, dinamika antara kedua aktor tersebut menunjukkan kenyamanan yang tulus — keakraban santai yang cenderung terwujud menjadi hubungan layar yang enak ditonton. Bagi penonton yang menunggu melihat bagaimana Park Sung-woong dan Lee Su-kyung tampil sebagai suami istri dalam 'Simumyeon Yeolliri', malam itu memberikan pratayang yang menarik.

Karier Park Sung-woong dibangun di atas karakter-karakter yang beroperasi dalam bayang-bayang moral. Yang terungkap dari episode 26 Maret Rooftop Quiz Show — dengan cara yang tidak terduga dan khas variety show — adalah bahwa pria di balik peran-peran itu jauh lebih hangat, lebih lucu, dan lebih bijaksana dari siapa pun di antaranya. Dan Lee Su-kyung, di pihaknya, adalah lawan main idealnya: tajam, ceria, dan jelas tidak terintimidasi olehnya sedikit pun.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Jang Hojin
Jang Hojin

Entertainment Journalist · KEnterHub

Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.

K-PopK-DramaK-MovieKorean CelebritiesAward Shows

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar

Memuat...

Diskusi

Memuat...

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait