Chae Ryu Jin Akhirnya Berbagi tentang Hidupnya Setelah Boys24
Dari trainee idol menjadi influencer — babak paling autentik dalam hidupnya

Seorang mantan peserta program survival K-pop berhasil menyentuh hati jutaan orang di internet dengan kisah penemuan diri dan kelahiran kembali. Chae Ryu Jin, yang sebelumnya dikenal sebagai Chae Ho Cheol saat menjadi trainee di program Boys24 milik Mnet, secara terbuka coming out sebagai wanita transgender pada Juli 2025 — dan para penggemar yang mengikuti perjalanannya mengatakan transformasi ini jauh melampaui sekadar pergantian karier.
Setelah meninggalkan dunia idol, Chae Ryu Jin telah membangun kehadiran yang kuat sebagai lifestyle influencer, membagikan tampilan fashion, tutorial makeup, dan vlog perjalanan kepada audiens yang terus berkembang. Konten terbarunya yang mendokumentasikan kunjungan ke maid café di Jepang viral di mana-mana, menarik perhatian penggemar K-pop maupun followers baru dari berbagai penjuru dunia.
Dari Boys24 Menuju Awal Baru
Chae Ryu Jin pertama kali muncul di hadapan publik pada 2016 ketika mengikuti audisi Boys24 atas nama Chae Ho Cheol, salah satu program survival idol paling kompetitif Mnet saat itu. Meski tidak berhasil masuk lineup debut, ia terpilih dalam tim performa beranggotakan 28 orang yang promosi bersama act utama selama sekitar satu tahun, mengumpulkan pengalaman panggung dan bekal berharga di industri hiburan.
Usai Boys24, ia bergabung dengan JWiiver, boy group multinasional, sebagai vokalis utama dan rapper dengan nama panggung Ryujei. Grup ini merilis mini album JTrap dan menarik perhatian awal dari penggemar, namun aktivitas mereka terhenti dan JWiiver secara efektif bubar pada 2024, meninggalkan Chae di persimpangan yang tidak terduga.
Bagi seorang artis muda yang telah bertahun-tahun berinvestasi dalam pelatihan dan penampilan di ekosistem idol Korea yang menuntut, berakhirnya JWiiver bisa terasa seperti pintu yang tertutup. Namun bagi Chae Ryu Jin, ternyata itu adalah awal dari sesuatu yang jauh lebih bermakna.
Coming Out dan Merangkul Jati Diri yang Sejati
Pada 18 Juli 2025, Chae Ryu Jin duduk di depan kamera dalam siaran langsung YouTube dan berbagi sesuatu yang sudah lama ia simpan: ia adalah wanita transgender. Pengumuman ini menyebar dengan cepat di komunitas penggemar hiburan Korea dan melampaui itu, menjangkau audiens yang belum pernah mendengar tentang Boys24 atau JWiiver namun tergerak oleh ketulusannya.
Empat hari kemudian, pada 22 Juli, Chae mengonfirmasi penggunaan pronoun she/her dan mengungkapkan bahwa ia telah secara resmi mengubah namanya dari Chae Ho Cheol menjadi Chae Ryu Jin. Pergantian nama resmi ini adalah penegasan formal dari identitas yang selalu ia ketahui — sebuah sinyal nyata bahwa ia melangkah sepenuhnya ke dalam kehidupannya yang autentik.
Berbicara secara terbuka tentang proses transisinya, Chae menunjukkan kemauan luar biasa untuk mendekati topik ini secara edukatif. Ia mendiskusikan apa artinya menjadi orang transgender yang menjalani kehidupan di masyarakat Korea, di mana percakapan seputar identitas LGBTQ+ masih terus berkembang. Ketransparansiannya disambut pujian luas sebagai tindakan berani dan membuka wawasan.
Alih-alih memperlakukan masa lalunya sebagai masalah yang perlu dikelola, Chae berbicara tentang karier idolnya sebagai babak bermakna yang membantu membentuk ketangguhan dan dorongan kreatifnya. Disiplin dan keahlian pertunjukan yang ia kembangkan selama bertahun-tahun itu terlihat jelas dalam setiap konten yang ia produksi hari ini.
Membangun Kehidupan Baru sebagai Influencer
Kini kehadiran Chae Ryu Jin di media sosial begitu semarak dan khas. Postingan fashion menampilkan selera gaya yang memadukan keanggunan feminin dengan eksperimentasi yang menyenangkan. Konten makeup mengungkapkan baik kemampuannya sebagai kreator maupun kegembiraannya menjadikan kecantikan sebagai bentuk ekspresi diri. Vlog perjalanan menangkap kegembiraan menjelajahi tempat-tempat baru dengan energi personal yang tidak dibuat-buat, membuat penonton selalu ingin kembali.
Sebuah video dari perjalanan terbarunya ke Jepang menjadi perbincangan tak terduga ketika klip-klip yang memperlihatkan Chae mengenakan seragam maid mulai beredar di internet. Beberapa akun awal menyebutnya sebagai kegiatan promosi di jalan, sehingga menimbulkan rasa penasaran. Kenyataannya, sebagaimana dijelaskan Chae melalui footage vlog-nya sendiri, jauh lebih sederhana dan menggemaskan: ia hanya mengunjungi maid café sebagai turis biasa.
Yang membedakan pekerjaan influencer-nya adalah kombinasi kualitas estetika dan kepribadian yang tulus. Tidak ada penampilan persona di sini — apa yang dilihat audiens adalah seseorang yang telah melakukan pekerjaan batin untuk mengenal dirinya sendiri dan merasa nyaman berbagi versi dirinya itu dengan dunia.
Reaksi Penggemar: Kemiripan dengan Yena yang Jadi Pembicaraan Semua Orang
Di antara momen dalam konten terbaru Chae Ryu Jin yang paling banyak dibicarakan adalah video dirinya menari mengikuti musik Yena — mantan anggota IZ*ONE dan aktris yang telah membangun karier solo yang sukses. Para penonton dengan cepat membanjiri kolom komentar dengan pengamatan bahwa keduanya memiliki kemiripan yang mencolok.
Perbandingan dengan Yena telah menggembirakan kedua komunitas penggemar. Bagi penggemar Chae, hal ini dianggap sebagai cerminan cahayanya dan keaslian presentasi dirinya saat ini. Bagi fandom Yena, ini menjadi pengantar untuk mengenal kisah Chae — dan banyak yang menjadi pendukung antusias keduanya.
Forum online dan ruang komunitas K-pop membagikan video ini secara luas, dengan komentar yang mengungkapkan kekaguman terhadap perjalanan Chae. Nada di semua platform didominasi perayaan dan dukungan.
Kisah yang Bergema Melampaui K-Pop
Yang membuat kisah Chae Ryu Jin bergema begitu luas bukan hanya keberanian pribadi yang terpancar darinya, melainkan cara ia memilih untuk menjalaninya secara terbuka. Alih-alih mencari simpati atau menghindar dari sorotan, ia melangkah ke dalam jenis kehadiran baru — yang berakar pada kreativitas, kejujuran, dan keinginan tulus untuk terhubung.
Komitmennya dalam membicarakan identitas transgender secara edukatif dan mudah diakses memiliki bobot yang melampaui industri hiburan. Bagi penggemar di Korea Selatan dan seluruh Asia yang mungkin memiliki akses terbatas pada panutan transgender yang terlihat, keterbukaan Chae berkontribusi bermakna pada percakapan budaya yang lebih besar tentang identitas dan rasa memiliki.
Bagi mereka yang mendukungnya di Boys24 atau mengikuti perjalanan singkat JWiiver, melihat Chae Ryu Jin berkembang dalam wujudnya yang paling autentik sungguh mengharukan. Dan bagi mereka yang baru mengenal kisahnya melalui vlog Jepang yang viral atau video perbandingan tari dengan Yena, ini adalah pengingat kuat bahwa babak kedua yang paling autentik ditulis sepenuhnya dengan cara Anda sendiri.
Babak berikutnya Chae Ryu Jin sudah bergulir dengan semarak — dan penggemarnya hadir untuk setiap langkahnya.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist focused on Korean music, film, and the global K-Wave. Reports on industry trends, celebrity profiles, and the intersection of Korean pop culture and international audiences.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar