Isa STAYC Jadi Sorotan Lewat Panggung ‘Tell Me’ Bersama Jinusean
Kolaborasi Immortal Songs di Seoul Spring Festival menghubungkan memori K-pop 1990-an dengan suara idol generasi baru.

Isa STAYC membawa warna vokal baru ke salah satu hook paling dikenal dalam pop Korea. Di Immortal Songs KBS2, ia bergabung dengan Jinusean untuk versi baru “Tell Me” dalam spesial Seoul Spring Festival 2026, sebuah acara di tepi Sungai Han yang dibangun di sekitar memori musik lintas generasi.
Episode ini tayang pada 23 Mei pukul 18.05 KST dan diperkenalkan sebagai episode ke-757 program tersebut. Acara ini mempertemukan artis veteran dan tim idol muda di depan sekitar 6.000 warga, mengubah format kompetisi musik menjadi festival kota terbuka. Daya tarik utamanya adalah pasangan yang tidak biasa: duo hip-hop era 1990-an dan anggota girl group generasi keempat dengan warna vokal cerah dan rapi.
Mengapa “Tell Me” Versi Isa Menonjol
“Tell Me” menyimpan memori panjang dalam pop Korea. Jinusean menjadikan lagu itu hit khas bersama Uhm Jung-hwa sebagai vokalis tamu asli, dan hubungan itu masih membentuk cara banyak pendengar Korea mengingat lagu tersebut. Kehadiran Isa mengubah teksturnya tanpa menghapus sejarah. Panggung ini dibingkai sebagai pertemuan era, bukan sekadar remake.
Laporan dari rekaman menggambarkan suara Isa jernih dan modern di atas energi hip-hop Jinusean yang ceria. Kontras itulah intinya. Bagian Isa tidak mencoba meniru kehadiran Uhm Jung-hwa, sesuatu yang sulit sekaligus tidak perlu. Panggung memakai nada vokalnya yang lebih ringan untuk membuka lagu bagi penonton lama, penggemar STAYC, dan pengunjung festival kasual.
Arah visualnya juga tampak dirancang untuk menjadikan Isa jembatan antara lama dan baru. Liputan Korea menyoroti rambut merah, boots hitam, sarung tangan, atasan tanpa lengan, dan shorts yang ia kenakan. Gaya itu memberi kepercayaan diri pop-star tanpa menjadikan pertunjukan sekadar kostum nostalgia, penting untuk panggung yang kemungkinan menyebar lewat klip setelah tayang.
Bagi STAYC, penampilan ini berguna dengan cara berbeda dari panggung comeback biasa. Grup ini debut pada 2020 di bawah High Up Entertainment dan membangun nama lewat hook tajam serta citra “TEENFRESH”. Saat Isa masuk ke lagu legacy, citra itu ditempatkan dalam garis waktu K-pop yang lebih luas dan memberi penonton umum alasan untuk mengingat suaranya.
Spesial Sungai Han Untuk Beberapa Generasi
Spesial Seoul Spring Festival tidak hanya bergantung pada satu kolaborasi. KBS memosisikan acara ini sebagai event musik kota di Sungai Han, salah satu ruang publik paling dikenal di Seoul. Lineup-nya mencakup Jinusean, HoooW, Chae Yeon, Tei, Lee Chan-won, STAYC, NCT WISH, dan A Mudda Band.
Rentang itu cocok dengan identitas Immortal Songs. KBS World menggambarkan program ini sebagai ruang bagi vokalis dan performer Korea untuk menafsirkan ulang lagu klasik, dengan penekanan pada momen yang menghubungkan generasi. Spesial ini memperluas ide tersebut ke festival publik, sehingga ribuan warga menjadi bagian dari lanskap musik Seoul.
Menurut laporan hiburan Korea, acara direkam pada 4 Mei bersama sekitar 6.000 warga di Sungai Han. Detail itu menjelaskan skalanya. Banyak program musik berlangsung di studio yang terkendali, tetapi edisi ini bersandar pada suara dan energi visual penonton luar ruang. Untuk Jinusean dan STAYC, lingkungan seperti itu dapat membuat lagu lama terasa lebih komunal.
NCT WISH Menambah Nuansa Generasi Baru
NCT WISH memberi episode ini pilar generasi baru lain. Grup tersebut membuka segmennya dengan “Ode to Love”, yang diperkenalkan laporan Korea sebagai lagu tentang menyampaikan kehangatan dan kebaikan. Riku disebut bertanya kepada penonton apakah kebaikan itu sampai kepada mereka, lalu mendekat untuk menyapa lebih langsung.
Para anggota juga berbicara tentang tampil di Sungai Han untuk pertama kali. Ryo mengatakan ia pernah datang untuk berjalan-jalan dan piknik, tetapi berdiri di sana sebagai performer terasa baru. Yushi bercanda tentang ramen Sungai Han, detail yang mudah dipahami penonton Korea karena makan mi instan di tepi sungai adalah ritual Seoul yang akrab. Sion mengajak penonton menikmati suasana dan rasa kawasan tersebut.
Komentar itu memberi tekstur lokal bagi pembaca internasional. Sungai Han bukan sekadar latar indah dalam hiburan Seoul; ia adalah ruang akhir pekan, lokasi kencan, area piknik, dan simbol kota yang sering muncul dalam drama serta variety show. Saat idol muda membicarakan ramen, piknik, atau berjalan di sana, mereka memakai bahasa yang dikenali warga Seoul sehari-hari.
NCT WISH juga diperkirakan membawakan “Surf” dan memperkenalkan “Sticky” di panggung resmi di luar konser, menurut laporan Korea. Itu memberi penggemar alasan praktis untuk menonton, sekaligus menyeimbangkan nostalgia program. Jinusean dan HoooW membawa memori; NCT WISH dan STAYC membawa masa kini idol performance.
Cerita Lari Sean Memberi Sentuhan Manusia
Segmen Jinusean tidak hanya berisi musik. Sean mengatakan kepada penonton bahwa ia hampir setiap hari datang ke Sungai Han dan bahkan berlari di sana pada pagi hari rekaman. Jinu kemudian menggodanya dengan cerita bahwa ia pernah menelepon Sean dan menemukan rekannya sedang berada di luar negeri untuk berlari. Pertukaran itu mengubah segmen panggung menjadi momen variety, ritme yang sering dipakai Immortal Songs di antara lagu.
Sean juga mengatakan ia menyelesaikan tujuh major marathon dunia dalam satu tahun, menyebutnya sebagai yang pertama bagi pelari Korea. Cerita itu memberi lapisan personal yang mengangkat tanpa mengalihkan fokus dari hiburan. Bagi penonton Korea yang mengenal Sean lewat kegiatan charity run dan fitness, detail tersebut terasa sangat sesuai.
Humornya muncul ketika Sean mengajak Jinu ikut berlari. Jinu disebut menjawab bahwa ia akan mendukung jika ada kesempatan, tetapi ia tidak akan berlari. Lelucon ringan itu membantu penonton muda memahami dinamika Jinusean: satu terus berlari, satu tegas menolak.
Apa Yang Perlu Ditunggu Penggemar
Pertanyaan langsungnya adalah bagaimana “Tell Me” versi Isa akan bergerak setelah siaran. Panggung seperti ini sering hidup lebih lama secara online daripada di episode terjadwal, terutama ketika lagu klasik bertemu idol aktif. Jika aransemennya memberi Isa ruang vokal cukup, pertunjukan ini bisa menjadi rujukan bagi penggemar yang senang melihat idol muda menafsirkan ulang K-pop generasi pertama dan era Y2K.
Bagi Jinusean, panggung ini menegaskan daya tahan katalog mereka. Lagu yang dapat menerima vokalis tamu 2026 tanpa terasa membeku di masa lalu memiliki nilai berbeda dari hit sesaat. Bagi STAYC, ini memberi Isa sorotan solo yang terhubung dengan memori budaya, bukan hanya promosi grup.
Spesial Seoul Spring Festival juga menunjukkan masa depan yang berguna bagi program musik televisi. Edisi luar ruang berbasis kota dapat membuat format lama terasa lebih besar dan mudah diakses, terutama ketika memadukan panggung idol yang digerakkan fandom dengan artis yang dikenal penonton lebih tua. Untuk saat ini, janjinya sederhana: kerumunan Sungai Han, lagu yang sudah dikenal banyak orang Korea, dan suara Isa yang memberi warna baru.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar