Kelas Balet Pertama Han Hye-jin Berakhir Kalah Telak — Dan Fans Justru Menyukainya

Top model Korea menambahkan balet ke program diet ekstrem 2 minggu, tapi 2,5 jam angkat beban pun tak mampu mempersiapkannya untuk satu plié

|3 menit baca0
Kelas Balet Pertama Han Hye-jin Berakhir Kalah Telak — Dan Fans Justru Menyukainya

Top model Korea Han Hye-jin telah menghadapi berbagai tantangan sepanjang kariernya, tetapi tidak ada yang mempersiapkannya untuk pengalaman memalukan di kelas balet pertamanya. Dalam video YouTube berjudul "Kembalinya Manajemen Kesehatan Top Model" yang diunggah pada 12 Maret, bintang setinggi 178 sentimeter ini mendokumentasikan rutinitas diet dan olahraga intensnya selama dua minggu — yang berujung pada debut balet yang membuat dirinya dan penonton tertawa terbahak-bahak.

Video mengungkap strategi "cepat naik, cepat turun" Han setelah makan sepuasnya selama liburan Imlek di rumah orang tua. Pengakuannya bahwa berat badan mencapai 58 kilogram — angka yang disebutnya sebagai "batas kritis" yang tak boleh dilewati — menjadi pembuka perjalanan menghibur yang dipenuhi tekad dan humor merendahkan diri.

Rutinitas yang Membuat Kebanyakan Atlet Kelelahan

Selama dua minggu, setiap pagi Han dimulai dengan lari puasa minimal lima kilometer, dilanjutkan dua setengah jam latihan beban di gym. Menu dietnya berpusat pada masakan Korea seperti nasi rumput laut, sashimi, dan nasi gandum campuran, meski ia mengaku sesekali makan normal demi menjaga kesehatan mental.

Selain angka di timbangan, Han juga frustrasi dengan penurunan massa otot dan persentase lemak tubuh tertinggi sepanjang masa. Ia mengaku secara naluriah sudah merasa "tamat" bahkan sebelum naik timbangan InBody, yang membuat penonton merasa sangat relate.

Saat Angkat Beban Bertemu Balet

Memasuki minggu kedua, Han memutuskan menambahkan balet ke rutinitasnya yang sudah sangat berat. Ia mengunjungi toko perlengkapan balet dan membeli tidak hanya sepatu latihan tetapi juga sepatu pointe, meski belum punya pengalaman balet sama sekali. Peringatan instruktur bahwa sepatu pointe terlalu dini untuk pemula tak mampu menghentikan semangatnya.

Namun kenyataan balet ternyata tantangan dari dimensi yang berbeda. Meski memiliki fisik yang dilatih di gym, Han sudah kesulitan dari latihan peregangan pertama. Saat pemanasan ia berseru "sudah krisis" dan mengaku "rasanya tangan kaki mau terputir" saat melakukan gerakan dasar — kejujuran ini menjadi kontras menyegarkan dengan citra glamor seorang top model.

Momen paling kocak terjadi saat Han mengenakan sepatu pointe yang menambah tingginya beberapa sentimeter. "Aku dua meter!" serunya tak percaya saat bercermin. Meski mengeluh kukunya terasa mau copot, ia bertahan menyelesaikan plié dan relevé — mungkin tidak anggun, tapi setidaknya berhasil "bertahan hidup".

Pesan di Balik Tawa

Meski video penuh hiburan, Han menutupnya dengan refleksi serius yang mengejutkan. "Diet itu siklus naik turun," katanya kepada penonton. "Yang penting bukan apakah kamu keluar jalur, tapi usaha untuk kembali ke siklus sehat. Jangan pernah menyerah, meskipun berat badan naik turun terus." Pesan jujur dan menyemangati dari seseorang yang menghidupi dirinya dari penampilan fisik ini menyentuh para fans yang mengapresiasi kerentanan sekaligus humor khasnya.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Park Chulwon
Park Chulwon

Entertainment Journalist · KEnterHub

Entertainment journalist focused on Korean music, film, and the global K-Wave. Reports on industry trends, celebrity profiles, and the intersection of Korean pop culture and international audiences.

K-PopK-DramaK-MovieKorean CelebritiesGlobal K-Wave

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar

Memuat...

Diskusi

Memuat...

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait