Bagaimana Euphoria Mengubah Kepercayaan Diri Sydney Sweeney tentang Tubuhnya
Aktris yang bertahun-tahun menyembunyikan tubuhnya baru saja meluncurkan merek pakaian dalam dengan 44 ukuran

Sydney Sweeney telah membangun reputasi sebagai salah satu aktris paling berani di Hollywood, tetapi perempuan berusia 28 tahun ini baru-baru ini mengungkapkan perjuangan diam-diam yang ia bawa selama bertahun-tahun sebelum meraih ketenaran. Dalam wawancara jujur bersama Us Weekly, Sweeney bercerita tentang tumbuh besar dengan tubuh yang tidak ia ketahui cara mencintainya, dan menjelaskan bagaimana satu peran dalam serial HBO Euphoria mengubah segalanya. Transformasi itu pada akhirnya mendorongnya untuk meluncurkan merek pakaian dalamnya sendiri, SYRN — sebuah lini yang dirancang untuk perempuan yang terlalu lama terpaksa memakai bra yang tidak pas, dengan harga mulai dari 19 dolar.
Kisah ini mendapat sambutan yang luar biasa di Korea Selatan, di mana Sweeney telah menjadi kata kunci pencarian trending dalam beberapa minggu terakhir. Para penggemar Korea sudah lama mengikuti kariernya, dan minat semakin meningkat ketika diumumkan bahwa Jisoo dari BLACKPINK menjadi penerima terbaru penghargaan Madame Figaro Rising Star di CANNESERIES — sebuah kehormatan yang sebelumnya juga diterima oleh Sweeney. Persinggungan dua dunia yang jarang bertemu membuat kisah pribadi Sweeney semakin menarik bagi para penggemar K-entertainment yang baru mengenalnya.
Tumbuh Besar dengan Tubuh yang Tidak Dipahami
Sweeney dibesarkan di Spokane, Washington, dan pada saat ia duduk di kelas enam SD, tubuhnya sudah berkembang dengan cara yang belum dialami teman-temannya. Ia sudah mengenakan bra 32DD sebelum sebagian besar teman sekelasnya memasuki sekolah menengah pertama, dan pengalaman itu meninggalkan bekas yang mendalam pada citra dirinya.
"Saya tidak pernah merasa percaya diri," kata Sweeney. "Saya tidak pernah memiliki apa pun yang membuat saya merasa nyaman memakainya, dan hanya ingin bersembunyi." Rasa tidak nyaman itu mengikutinya hingga sekolah menengah atas, di mana situasinya menjadi cukup serius sehingga ia mempertimbangkan operasi pengecilan payudara. Ibunya menyarankan untuk tidak melakukannya — nasihat yang kini ia syukuri.
Berbelanja pakaian dalam hanya memperparah frustrasi. Bra ukuran standar selalu bermasalah: tali bahu menggali ke bahunya, kawat bra berada di posisi yang salah, dan ukuran cup yang tertera untuk pengukurannya jarang cocok dengan tubuhnya yang sebenarnya. "Tali bahunya menggali ke bahu saya, atau agak gatal dan bergeser ke atas," kenangnya. "Saya selalu berpikir, ukuran ini tidak pas, tidak ada dukungan yang saya inginkan." Selama bertahun-tahun, ia menyesuaikan diri — atau sekadar menghindari masalah itu.
Bagaimana Cassie Howard Mengubah Segalanya
Titik baliknya datang ketika Sweeney dipilih untuk memerankan Cassie Howard dalam drama yang sangat dipuji dari HBO, Euphoria. Peran tersebut mengharuskannya menjiwai karakter yang fisikalitasnya merupakan inti dari ceritanya — seorang perempuan muda yang penampilannya membentuk cara orang lain memandangnya, dan cara ia memandang dirinya sendiri. Sweeney mencurahkan seluruh dirinya dalam peran tersebut, dan sesuatu pun berubah.
"Bukan sampai saya memerankan Cassie di Euphoria saya mulai menyadari bahwa percaya diri itu sebenarnya hal yang kuat," katanya. "Tubuh kita luar biasa. Kita harus memeluknya dan benar-benar merasa nyaman di kulit kita sendiri." Bagi seorang aktris yang selama bertahun-tahun ingin menghilang, kesadaran itu sungguh transformatif. Ia mulai mengumpulkan referensi visual — membangun papan Pinterest berisi ribuan gambar yang menangkap visi pakaian dalam yang tidak pernah ia temukan di toko.
Papan itu akhirnya menjadi rencana bisnis. Di tengah-tengah produksi pada tahun 2024, Sweeney membuat keputusan: ia tidak akan sekadar mendukung merek yang sudah ada. Ia akan membangun merek yang selalu ia butuhkan. "Saya mulai membuat papan Pinterest dengan ribuan foto inspirasi, dan berpikir, saya harus benar-benar melakukan ini," katanya.
SYRN: Merek Pakaian Dalam yang Lahir dari Pengalaman Pribadi
SYRN — diucapkan seperti "siren" — resmi diluncurkan pada 28 Januari 2026. Sweeney adalah satu-satunya pendiri dan pemimpin kreatif merek tersebut, bukan sekadar wajah yang ditempelkan pada produk orang lain. Ia mengawasi pengembangan rentang ukuran yang tidak seperti kebanyakan label pakaian dalam arus utama: 44 ukuran, mulai dari 30B hingga 42DDD, dibangun atas keyakinan bahwa "payudara dan tubuh seperti sidik jari. Setiap orang berbeda, dan saya ingin merancang untuk itu".
Harga mulai dari 19 dolar untuk celana dalam satin dan mencapai 250 dolar ke atas untuk Date Night Corset. Koleksi debut diorganisasi di sekitar dua persona — Seductress dan Romantic — dengan lini Playful dan Comfy yang direncanakan untuk rilis berikutnya. Filosofi merek ini sengaja tidak menggunakan pesan yang berlebihan: "Pakaian dalam yang kamu pakai untuk dirimu sendiri — tanpa penjelasan, tanpa permintaan maaf." Dukungan finansial datang dari Coatue Management, sebuah dana investasi teknologi yang terkait dengan Jeff Bezos dan Michael Dell.
Peluncurannya sendiri sungguh tak terlupakan. Dua malam sebelum rilis resmi, Sweeney dan timnya memanjat papan Hollywood Sign tanpa izin, menggantungkan puluhan bra transparan dan renda di atas huruf-huruf raksasa. Rekaman udara beredar daring sebelum fajar, menghasilkan berita utama di seluruh media hiburan dan mode. Hollywood Chamber of Commerce mengonfirmasi tindakan tersebut tidak mendapat izin dan membuka penyelidikan — tetapi tidak ada tuntutan pidana. Aksi tersebut secara luas disebut sebagai salah satu momen pemasaran gerilya paling efektif tahun ini.
Sambutan Global dan Mengapa Penggemar Korea Memperhatikan
Koleksi Seductress perdana terjual habis dalam beberapa jam setelah diluncurkan. Pengumuman Sweeney di Instagram menarik lebih dari 1,9 juta suka dan ribuan komentar. Pers mode memuji inklusivitas ukuran, terutama keputusan untuk menawarkan 44 fit yang berbeda alih-alih mengandalkan kain yang bisa meregang. Rilis "Comfy" berikutnya telah ditambahkan ke jajaran produk, dan koleksi tambahan sedang dalam pengembangan.
Liputan kritis lebih berhati-hati. Beberapa outlet mencatat bahwa mencapai fit yang benar-benar pas di rentang ukuran yang begitu luas merupakan tantangan teknik, dan pembeli awal yang ukurannya berbeda dari Sweeney melaporkan hasil yang beragam. Sweeney mengakui bahwa membangun merek dari awal lebih sulit dari yang terlihat, tetapi ia memposisikan proyek ini sebagai komitmen jangka panjang. "Saya ingin membangun merek pakaian dalam yang terasa memahami perempuan alih-alih berbicara kepada mereka," katanya.
Kisah Sweeney beresonansi sangat kuat di kalangan penggemar Korea, di mana ia baru-baru ini mengalami lonjakan trafik pencarian. Sebagian perhatian datang dari kaitan yang patut dicatat dengan K-entertainment: Jisoo dari BLACKPINK akan menerima penghargaan bergengsi Madame Figaro Rising Star di festival televisi internasional CANNESERIES di Cannes bulan April ini — sebuah penghargaan yang Sweeney terima lebih awal dalam kariernya. Jisoo sendiri sedang mengalami kebangkitan karier melalui serial Netflix yang menduduki peringkat pertama di Korea Selatan dan masuk sepuluh besar di 34 negara di seluruh dunia. Kesejajaran antara dua artis yang diakui secara global dalam menghadapi ambisi dan pengawasan publik tidak luput dari perhatian penggemar yang mengikuti keduanya.
Bagi Sweeney, apa yang dimulai sebagai keinginan masa kecil — sekadar merasa nyaman dalam tubuhnya sendiri — telah berkembang menjadi pernyataan publik tentang kepercayaan diri, bisnis, dan kendali kreatif. SYRN masih berada di bab-bab awalnya. Namun bagi jutaan perempuan yang tumbuh besar dengan frustrasi yang sama, hadirnya merek ini terasa bukan sekadar peluncuran produk, melainkan sebuah validasi yang sudah lama ditunggu-tunggu.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar