Lagu Terlarang Jo Hye-ryun Akhirnya Mengudara di KBS — 20 Tahun Kemudian
Lagu komedi 'Anakkana' yang ditolak selama berpuluh tahun akhirnya dibawakan secara penuh di panggung Immortal Songs pada 4 April lalu

Menunggu 20 tahun hingga sebuah lagu bisa mengudara di televisi adalah sesuatu yang jarang terjadi. Namun bagi komedian Jo Hye-ryun, momen itu akhirnya tiba pada 4 April 2026, ketika ia membawakan lagu komedi khasnya 'Anakkana' di panggung KBS 2TV Immortal Songs — stasiun yang sama yang telah berkali-kali menolaknya selama dua dekade dengan alasan konten di bawah standar dan lirik yang tidak pantas. Bagi para penggemar yang telah mengikuti perjalanan kariernya, penampilan ini terasa seperti kepuasan atas penantian yang telah terlalu lama.
Acara ini adalah Episode 750 dari Immortal Songs, yang mengusung format spesial 'Entertainment King Battle 2026' (연예계 가왕전) — sebuah format di mana selebriti yang pernah merilis musik secara resmi bersaing satu sama lain dalam kompetisi langsung khas program ini. Jo Hye-ryun naik ke panggung sebagai salah satu peserta yang paling tepat: seorang komedian senior yang membangun seluruh kariernya di persimpangan antara komedi dan musik.
Lagu yang KBS Tidak Mau Siarkan
'Anakkana' dirilis pada Juli 2005 sebagai bagian dari album debut Jo Hye-ryun, dengan konsep yang tampak sederhana namun cerdas: bagaimana lagu-lagu pop Barat dari era 1960-an hingga 1980-an terdengar di telinga orang Korea? Alih-alih menerjemahkan liriknya, Jo menyanyikan apa yang benar-benar ia dengar — perkiraan fonetis Korea dari kata-kata Inggris, diucapkan sebagaimana terdengar dan bukan berdasarkan maknanya. Hasilnya adalah lagu yang surealis, seringkali tidak masuk akal, dan sungguh lucu. Sebuah kata yang terdengar dengan cara tertentu dalam bahasa Inggris bisa terdengar sangat berbeda — dan sesekali terdengar kasar — ketika didengar oleh pendengar Korea.
Itulah masalahnya bagi KBS. Komite standar penyiaran stasiun tersebut meninjau 'Anakkana' dan mengklasifikasikannya sebagai konten di bawah standar (수준 미달) dengan bahasa yang tidak pantas untuk disiarkan. Lagu ini tidak lolos proses review KBS bukan sekali, melainkan sekitar tiga kali selama bertahun-tahun. Jo Hye-ryun harus menerima bahwa salah satu lagunya yang paling populer tidak bisa mengudara di stasiun penyiaran publik terkemuka Korea Selatan.
Meski begitu, hal itu tidak menghalangi lagu ini menjadi ikon budaya. Stasiun-stasiun non-KBS tidak memiliki pembatasan seperti itu, dan Jo membawakan 'Anakkana' dengan bebas di MBC, SBS, saluran kabel, dan di berbagai acara selama bertahun-tahun. Lagu ini menjadi ciri khasnya: selalu bisa membuat penonton antusias, mustahil dilupakan setelah sekali dengar, dan mampu membuat bahkan penonton yang enggan sekalipun mulai bergoyang. Ketika ia membawakan lagu ini di pernikahan putri komedian Lee Kyung-kyu — dengan ayah mempelai wanita ikut bergabung — klipnya viral di internet. Lagu ini muncul di pesta ulang bulan bayi, pesta akhir tahun, dan di mana saja Jo Hye-ryun diundang untuk memeriahkan suasana.
Persetujuan yang Membutuhkan 20 Tahun
Pada Juli 2025, hampir dua dekade setelah lagu ini dirilis, 'Anakkana' akhirnya lolos review siaran KBS — dengan syarat ada perubahan. Lirik-lirik tertentu disesuaikan untuk menghilangkan kombinasi bunyi yang telah memicu keberatan awal. Perubahannya cukup kecil sehingga lagu tetap menjadi dirinya sendiri, namun sudah cukup untuk memenuhi standar komite review.
Reaksi Jo Hye-ryun yang diposting di Instagram saat itu adalah kegembiraan murni: "20 tahun sejak 'Anakkana' lolos review. Sangat bahagia. Harus hafal liriknya." Ia menambahkan, dengan kesadaran diri khasnya, bahwa versi yang direvisi terasa 'canggung' — ia telah menghabiskan dua dekade menyanyikan versi aslinya dan kini harus melatih ulang dirinya sendiri dengan versi yang disetujui. Siaran pertama KBS dari versi yang disetujui ditayangkan pada Juli 2025 di program Banpan Music: Anywhere We Go, di mana Jo tampil bersama Lee Chan-won, Wendy dari Red Velvet, dan Danny Koo.
Penampilan pada 4 April 2026 di Immortal Songs menandai tonggak lain: sebuah penampilan lagu ini di salah satu program hiburan mingguan KBS yang paling terkemuka, di hadapan penonton langsung di studio. MC Shin Dong-yeop menyebutkan persetujuan tersebut selama siaran, dan leluconnya yang menyusul — bahwa setelah mendengar lagu itu, ia sepenuhnya memahami mengapa butuh 20 tahun — membuat penonton tertawa dan Jo Hye-ryun tampak menghargainya. Itu adalah jenis pertukaran yang hanya berhasil ketika semua orang di ruangan itu memahami lelucon panjang yang sama.
Jo Hye-ryun: Pelopor dan Kehadiran yang Abadi
Kisah 'Anakkana' paling bermakna ketika dipahami dalam konteks karier Jo Hye-ryun yang mencakup lebih dari tiga dekade. Ia memulai debut pada 1992 melalui KBS University Gag Festival, memenangkan penghargaan Rookie of the Year di Comedy Awards tahun yang sama. Gayanya — berani secara fisik, tidak takut terlihat konyol, dibangun di atas arketipe 'ajumma' yang jelas tidak konvensional dalam komedi Korea — mendapat resistensi di awal kariernya.
Ia terus berjuang. Jo Hye-ryun menjadi salah satu dari sedikit komedian wanita generasinya yang berhasil mendapatkan pengakuan arus utama yang berkelanjutan, memenangkan Baeksang Arts Award untuk Penampil Variety Wanita Terbaik baik pada 1996 maupun 2004 — rentang pengakuan delapan tahun yang mencerminkan betapa lama ia mempertahankan posisinya di puncak. Ia juga terkenal sebagai komedian Korea pertama yang tampil di Jepang, di mana ia tampil dengan nama panggung Heryon dan mengembangkan basis penggemar di kalangan penggemar hiburan Korea di luar negeri.
Selama SBS Entertainment Awards pada 2009, 2010, dan 2011, ia memenangkan kategori variety tertinggi, menandai kebangkitan karier akhir yang menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan format yang berubah dan selera penonton. Sepanjang waktu itu, 'Anakkana' tetap menjadi konstanta — lagu yang selalu ingin didengar penonton, dan lagu yang terus ditolak oleh KBS untuk disiarkan.
Hasil Entertainment King Battle
Dalam episode 4 April, Jo Hye-ryun tidak bersaing dengan 'Anakkana' sebagai lagu kompetisi utamanya, melainkan dengan 'Naui Hanauiui Sarameun Gago' (내 하나의 사람은 가고), sebuah balada yang mengharukan yang aslinya direkam oleh Im Hee-sook. Format Entertainment King mengharuskan peserta membawakan cover lagu secara penuh di hadapan penonton langsung beranggotakan 500 orang, dan seorang komedian yang membawakan balada Korea yang disukai adalah tantangan yang sama sekali berbeda.
Ia kalah ronde-nya melawan Song Il-gook, yang membawakan lagu patriotik yang berakar dari kisah sejarah Konvensi Den Haag 1907 bersama Oh Man-seok. Hasilnya menempatkan Song Il-gook di posisi pemenang untuk Bagian 2 dari special Entertainment King. Kekalahan kompetitif Jo Hye-ryun, bagaimanapun, hampir tidak mengurangi signifikansi malam itu — penonton KBS mendengar 'Anakkana' secara penuh di stasiun yang pernah menolaknya, itulah cerita yang dibicarakan penonton setelah siaran.
Episode 750 dari Immortal Songs juga menandai tonggak penting bagi program itu sendiri, yang telah mempertahankan posisinya sebagai program berperingkat teratas di slot waktu Sabtu-nya selama lebih dari 147 minggu berturut-turut. Bagi serial yang merayakan episode ke-750-nya, memiliki momen yang terkait dengan kisah 20 tahun terasa sangat tepat — bukti bahwa dalam hiburan Korea, beberapa pencapaian memang layak untuk ditunggu.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist focused on Korean music, film, and the global K-Wave. Reports on industry trends, celebrity profiles, and the intersection of Korean pop culture and international audiences.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar