Grup Boy LGBTQ+ Pertama K-Pop Masih Berdiri 4 Tahun Kemudian — Inilah yang Dilakukan Lionesses
Lionesses debut sebagai pembuat sejarah K-pop pada 2021. Empat tahun kemudian, mereka masih membuat musik — dan misi mereka tidak berubah

Ketika Lionesses debut pada November 2021 sebagai grup boy LGBTQ+ pertama yang terbuka di K-pop, industri hiburan Korea hampir tidak berkedip. Namun media internasional langsung memperhatikan. Hanya beberapa hari setelah rilis single debut "Show Me Your Pride," outlet-outlet mulai dari South China Morning Post hingga Billboard menjalankan profil tentang trio yang berbasis di Seoul ini, dan penayangan YouTube melonjak hingga 90.000 hampir dalam semalam. Video itu kini telah melampaui 128.000 penayangan.
Lebih dari empat tahun kemudian, Lionesses masih ada. Meskipun mereka belum menjadi fenomena K-pop arus utama, mereka telah mencapai sesuatu yang mungkin lebih signifikan: membangun basis penggemar yang benar-benar global dengan cara mereka sendiri, merilis musik yang langsung membahas pengalaman LGBTQ+ di negara yang pengalaman-pengalaman tersebut jarang terlihat dalam budaya populer, dan membuktikan bahwa ada penonton untuk seni queer autentik dalam industri yang secara historis dibangun di atas persona yang dikelola dengan hati-hati.
Siapa Lionesses
Damjun, pendiri dan pemimpin, mengidentifikasi dirinya sebagai biseksual dan merupakan satu-satunya anggota yang tampil tanpa topeng. Dia membentuk Lionesses selama pandemi. Kanghan adalah countertenor berlatar belakang musik klasik dan teater musikal yang mengidentifikasi dirinya sebagai questioning. Dia adalah performer paling teatrikal secara visual dalam grup, memperkenalkan persona drag queen bernama "Rooya." Lee Marlang, yang mengidentifikasi dirinya sebagai gay, telah menjadi artis indie folk dan balada sejak 2009.
Anggota pendiri keempat, Foxman, mengundurkan diri pada Oktober 2022 karena alasan kesehatan. Tiga sisanya terus tampil sebagai trio.
Musik yang Berbicara Langsung kepada Penontonnya
Lionesses mendeskripsikan genre mereka sebagai "popera" — perpaduan produksi pop dan teknik vokal opera. Single debut "Show Me Your Pride" menetapkan templat: megah, langsung secara emosional, dengan lirik yang membahas pengalaman kaum muda LGBTQ+. Pada Juni 2024, grup merilis "Like Christina Taught Me," sebuah single yang terinspirasi oleh para artis yang memberi mereka keberanian untuk menjadi queer secara terbuka, termasuk Christina Aguilera.
Oktober 2025 menghadirkan "Papyun," sebuah single digital. Desember 2025 melihat Damjun merilis album solo penuh perdana, memperluas jejak artistik individual bahkan saat Lionesses berlanjut sebagai proyek kolektif.
Basis Penggemar Internasional, Realitas Domestik yang Berat
Fandom "DEN" dengan lebih dari 6.000 anggota di YouTube sebagian besar bersifat internasional. Ini mencerminkan kenyataan yang lebih luas tentang visibilitas LGBTQ+ dalam hiburan Korea. Terlepas dari ekspor hiburan Korea yang mendominasi secara global, industri domestik tetap sangat konservatif dalam masalah gender dan seksualitas. Lionesses pada dasarnya telah membangun karier mereka di celah antara apa yang diizinkan hiburan Korea dan apa yang diinginkan penonton internasional mereka.
Masih Berdiri — dan Masih Membuat Sejarah
Empat tahun adalah waktu yang lama dalam K-pop. Misi pendiri — menjadi "mercusuar agar kaum muda LGBTQ+ yang bermimpi menjadi musisi tidak kehilangan kesempatan mereka karena rasa takut" — tidak berubah. Profil grup muncul dalam sumber daya pendidikan untuk kaum muda LGBTQ+ di berbagai negara. Mereka mungkin tidak pernah menjadi headliner stadion atau memuncaki Melon chart. Tapi Lionesses sedang melakukan sesuatu yang tidak dilakukan artis K-pop besar mana pun saat ini: menampilkan diri, secara terbuka, dengan seluruh identitas mereka yang utuh — empat tahun berlalu dan masih terus berlanjut.
Lionesses merayakan ulang tahun keempat mereka pada November 2025. Katalog lengkap mereka tersedia di semua platform streaming utama.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist focused on Korean music, film, and the global K-Wave. Reports on industry trends, celebrity profiles, and the intersection of Korean pop culture and international audiences.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar