Para Fan Paruh Baya Mendorong Boom Fandom Senilai $26 Miliar di Jepang

Pasar oshikatsu telah berkembang menjadi 3,8 triliun yen, dan orang-orang di usia 50-an paling banyak belanja

|6 menit baca0
Para Fan Paruh Baya Mendorong Boom Fandom Senilai $26 Miliar di Jepang

Ekonomi fandom Jepang — yang dibangun di sekitar praktik yang dikenal sebagai oshikatsu, atau kegiatan mendukung selebriti favorit — telah berkembang menjadi pasar senilai 3,8 triliun yen, sekitar 26 miliar dolar AS. Namun kisah di balik angka-angka ini bahkan lebih mengejutkan dari skalanya: orang yang paling banyak belanja bukan remaja. Mereka adalah orang dewasa paruh baya berusia 40, 50, dan 60-an, dan mereka menghabiskan jauh lebih banyak dari penggemar yang lebih muda.

Sebuah studi oleh Nomura Research Institute, dilaporkan oleh Nikkei pada 5 April 2026, menemukan bahwa sekitar 26 juta orang Jepang berusia 15 hingga 69 tahun — lebih dari 30 persen dari rentang usia tersebut — secara aktif berpartisipasi dalam oshikatsu. Praktiknya mencakup spektrum pengeluaran yang luas: dari tiket konser dan merchandise resmi hingga perjalanan, peralatan fotografi, bahkan papan iklan berbayar yang menampilkan artis favorit mereka.

Angka di Balik Boom: Siapa yang Sebenarnya Belanja

Data pengeluaran berdasarkan usia menceritakan kisah yang jelas. Orang berusia 50-an menghabiskan rata-rata 99.000 yen per tahun — sekitar 670 dolar — untuk kegiatan fandom, menjadikan mereka kelompok usia dengan pengeluaran tertinggi. Orang berusia 40-an mengikuti di sekitar 80.000 yen per tahun, sementara mereka yang berusia 60-an rata-rata sekitar 70.000 yen. Angka-angka ini lebih tinggi dari penggemar di usia 20-an dan 30-an, yang biasanya memiliki pendapatan lebih sedikit meski terkenal sebagai inti fandom idol.

Di ujung atas pasar, pengeluaran bisa mencapai tingkat yang luar biasa. Beberapa penggemar telah menghabiskan hingga 500.000 yen — sekitar 3.400 dolar — untuk satu papan iklan yang menampilkan selebriti favorit mereka. Iklan luar ruang yang didanai secara kolektif di kota-kota besar Jepang telah menjadi bagian yang terlihat dari budaya penggemar, dengan fans yang mengumpulkan sumber daya untuk memasang spanduk artis di Shibuya, Osaka, dan Sapporo.

Mengapa Fan Paruh Baya Jadi Motor Tak Terduga dari Pasar Ini

Dominasi konsumen paruh baya di pasar ini bukan kebetulan. Penurunan angka kelahiran dan tingkat pernikahan di Jepang berarti semakin banyak orang dewasa berusia 40-50 tahun yang tidak memiliki anak tanggungan atau pasangan untuk berbagi pengeluaran rumah tangga, meninggalkan lebih banyak pendapatan diskresioner untuk kegiatan pribadi. Oshikatsu juga memberikan apa yang peneliti sebut sebagai investasi emosional terstruktur — rasa tujuan, komunitas, dan antisipasi yang teratur yang sulit dipertahankan dalam kehidupan kerja dan keluarga rutin.

Menurut laporan Nikkei, lebih dari 50 persen penggemar berusia 40 hingga 70 tahun mengatakan inflasi tidak mempengaruhi pengeluaran oshikatsu mereka. Di antara penggemar berusia 60-an secara khusus, 73 persen mengatakan mereka mempertahankan atau meningkatkan pengeluaran meski ada tekanan ekonomi — tingkat ketahanan yang jarang ditemukan di kategori konsumen lain.

Peran K-Pop dalam Ekonomi Fandom Jepang

K-pop memainkan peran penting dalam memperluas pasar oshikatsu lintas kelompok usia di Jepang. Grup seperti BTS, BLACKPINK, TWICE, dan akt generasi keempat seperti SEVENTEEN dan aespa masing-masing telah membangun basis penggemar Jepang yang meluas hingga rentang usia 30 dan 40-an. Penggemar K-pop yang lebih tua di Jepang sering menyebut jadwal tur yang konsisten, merchandise berkualitas tinggi, dan keintiman emosional sistem fan club sebagai faktor yang mendorong keterlibatan jangka panjang.

Persilangan antara budaya idol tradisional Jepang — AKB48, Johnny's — dan fandom K-pop juga menghasilkan kategori baru penggemar multi-fandom yang menyebarkan pengeluaran di kedua industri, memperkuat total ukuran pasar dan memperkenalkan produk K-pop kepada audiens baru.

Apa Artinya Ekonomi Fandom bagi Industri

Bagi perusahaan hiburan dan merek konsumen, tren fandom paruh baya mewakili validasi strategi yang ada sekaligus undangan untuk memikirkan ulang desain produk dan acara. Lini merchandise yang secara tradisional menargetkan konsumen lebih muda kini semakin dilengkapi dengan barang bernilai tinggi berorientasi display yang menarik orang dewasa dengan ruang khusus di rumah dan kantor mereka.

Ketahanan terhadap inflasi dari pasar ini juga membuatnya menarik secara struktural bagi perusahaan yang merencanakan investasi jangka panjang. Industri K-pop global, yang sudah lama mengakui Jepang sebagai salah satu pasar paling andal dan bernilai tinggi, masih memiliki lebih banyak ruang untuk tumbuh dalam demografi yang hanya akan semakin besar seiring populasi yang menua di seluruh kawasan.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Park Chulwon
Park Chulwon

Entertainment Journalist · KEnterHub

Entertainment journalist focused on Korean music, film, and the global K-Wave. Reports on industry trends, celebrity profiles, and the intersection of Korean pop culture and international audiences.

K-PopK-DramaK-MovieKorean CelebritiesGlobal K-Wave

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar

Memuat...

Diskusi

Memuat...

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait