Hadiah Rahasia Son Chang-min untuk Shin Hyun-joon Menyentuh Hati Para Fans
Veteran akting 55 tahun kembali ke variety show untuk pertama kalinya dalam dua dekade dan membuka cerita yang selama ini tersimpan

Aktor veteran Son Chang-min mengakhiri keheningannya lebih dari dua dekade di televisi hiburan saat tampil sebagai tamu dalam episode ke-19 Kim Joo-ha's Day and Night (MBN) pada 4 April 2026. Pria yang telah menghabiskan 55 tahun di depan kamera ini akhirnya memberikan sekilas pandang ke dunia pribadinya kepada publik. Setelah duduk di kursi tamu, ia mengakui dengan senyum bahwa rasa malu — bukan kesombongan — yang membuatnya jauh dari program hiburan selama ini: "Saya tidak pernah pandai bicara dan merasa canggung. Ternyata ada begitu banyak kamera di sini." Namun di akhir malam, jelas bahwa kekhawatirannya tidak beralasan — sang aktor senior menguasai panggung dengan mudah, menyampaikan satu kisah demi kisah yang membuat para panelis dan penonton terpaku.
Pria yang Disangka Jackie Chan
Son Chang-min memulai karier aktingnya di usia tujuh tahun, menjadikannya salah satu aktor aktif paling berpengalaman di Korea. Di usia 60 tahun, ia memiliki karier yang membentang dari era 1970-an hingga kini, dengan penampilan ikonik di televisi yang memantapkan reputasinya sebagai salah satu aktor karakter terbaik negeri ini. Postur tubuhnya yang tegap dan wajahnya yang tegas rupanya kerap menimbulkan kebingungan.
Dalam episode itu, para panelis menyebut kemiripan antara Son dan bintang aksi dunia Jackie Chan. Son menanggapinya dengan menceritakan kisah nyata yang membuat studio riuh tertawa. Setelah memperkenalkan diri kepada seorang orang tua sebagai aktor Korea, keesokan harinya ia bertemu lagi dengan orang itu yang berkata: "Kamu jago benar dalam bela diri — dan akrobatik juga!" Sang kakek rupanya sudah berkeyakinan bulat bahwa ia adalah Jackie Chan.
Anekdot ini menangkap sesuatu yang menggemaskan dari Son Chang-min: meski telah 55 tahun di industri ini dan pernah memiliki kepopuleran yang menyaingi nama-nama terbesar Korea, ia membawa sejarahnya dengan humor ketimbang ego. Justru kesadaran diri itulah yang membuat penampilan langkanya di televisi terasa lebih seperti percakapan tulus daripada pameran selebriti.
Saat Kepopulerannya Dibandingkan dengan BTS
Komedian Moon Se-yoon mengejutkan semua orang — dan menuai reaksi kebingungan — saat mengklaim bahwa popularitas Son di masa puncaknya pernah dibandingkan dengan BTS, fenomena K-pop global. Son langsung membantah, menegaskan bahwa ia tidak pernah membuat perbandingan semacam itu sendiri dan agaknya tim produksi yang memasukkan klaim tersebut dalam ringkasan wawancara pra-acara tanpa sepengetahuannya.
Namun angka-angka berbicara sendiri. Selama masa kejayaannya di era 1980-an dan 1990-an, Son menerima antara 500 hingga 800 surat penggemar setiap hari — bahkan lebih banyak lagi selama liburan sekolah. Di acara tatap muka, dilaporkan bahwa antusiasme penggemar sampai menyebabkan pingsan dan reaksi lainnya.
Son tampak diam-diam senang — sekaligus sedikit malu — mengingat kenangan itu. Kariernya saat itu mencakup beberapa program televisi Korea yang paling dicintai, dan wajahnya, seperti ia katakan sendiri, ada di mana-mana. "Kalau kamu menyalakan TV waktu itu, aku selalu ada," kenangnya, merujuk pada iklan minuman kola terkenal yang menjadi salah satu citra paling ikonik di era tersebut.
Peran yang Ia Relakan demi Membantu Juniornya
Momen paling menyentuh dalam episode ini mungkin ketika Son mengungkap kisah yang belum pernah ia ceritakan secara publik: tindakan kemurahan hati yang tulus kepada sesama aktor Shin Hyun-joon, yang terjadi lebih dari 30 tahun yang lalu.
Shin Hyun-joon telah mendapat pengakuan luas — sekaligus terjebak dalam stereotip — setelah penampilannya yang intens sebagai penjahat Jepang dalam film tahun 1990 General's Son. Son, yang menyadari bahwa peran itu membatasi karier rekannya, menemukan solusi tidak biasa saat keduanya sama-sama masuk dalam jajaran pemain drama KBS tahun 1995 Son of the Wind, yang juga menampilkan Lee Byung-hun muda dalam ensemble-nya.
Son mendekati sutradara dengan usulan mengejutkan: "Mari kita tukar peran." Sutradara yang bingung memintanya menjelaskan. Jawaban Son sederhana: "Saya ingin memberikannya sebagai hadiah untuknya." Alih-alih memainkan tokoh pahlawan, Son dengan sukarela mengambil peran antagonis dalam drama itu — memberi Shin Hyun-joon busur pahlawan yang akan membantunya keluar dari stereotip yang telah mengikutinya.
Sutradara setuju. Pergantian peran pun terlaksana. Dan Son, dengan humor khasnya, menambahkan di depan kamera: "Entah dia masih ingat atau tidak." Kisah ini beresonansi dalam di hati penonton, banyak yang merespons secara daring dengan kekaguman terhadap bentuk mentoring diam-diam yang jarang jadi berita namun membentuk karier dengan cara yang tahan lama.
Hubungan Son dengan Lee Byung-hun — kini salah satu aktor Korea yang paling dikenal secara internasional — juga muncul dalam episode ini. Saat Lee masih aktor muda penuh ambisi, Son berkata langsung kepadanya: "Datang cari saya saat kamu sudah menjadi aktor." Bertahun-tahun kemudian, Lee Byung-hun melakukan tepat itu, menepati janjinya dan mengakui betapa berartinya dorongan awal dari Son baginya.
Tentang Profesionalisme dan Seni Memerankan Penjahat
Son Chang-min telah menghabiskan sebagian besar kariernya dalam peran antagonis, dan ia memiliki pandangan tegas tentang apa yang membedakan akting bagus dari akting luar biasa. Ketika pembicaraan beralih ke aktor-aktor yang secara publik menceritakan kesulitan melepaskan diri dari karakter sulit setelah produksi berakhir — sebuah fenomena yang dikenal dengan istilah "hangover akting" — Son langsung dalam penilaiannya.
"Jika kamu tidak bisa lepas dari peran penjahat, kamu bukan aktor sejati. Mencampurkan fiksi dengan realita — itu tidak profesional." Ia menggambarkan praktiknya sendiri berupa persiapan mental yang berkelanjutan, menjelaskan bahwa ia melatih ulang adegan secara mental bahkan selama perjalanan mobil dan momen-momen tenang sepanjang hari.
Bagi Son, peran penjahat menuntut lebih banyak dari seorang aktor dibanding peran utama. "Seorang protagonis hanya butuh citra yang tepat. Penjahat membutuhkan riset yang lebih dalam, kedalaman batin, dan karisma nyata," katanya. Ia menyebut perannya dalam drama panjang MBC My Daughter Geum Sa-wol sebagai salah satu penampilan paling menantang dan memuaskannya — sebuah karakter yang mengharuskannya mempertahankan ancaman berlapis-lapis sepanjang ratusan episode.
Membahas proyek terbarunya, Son mengungkap tuntutan fisik yang dibebankan produksi kepadanya: hanya tidur dua hingga tiga jam semalam selama enam bulan, mendedikasikan hampir seluruh waktu terjaganya untuk mempelajari naskah. Bagi Son, tingkat komitmen semacam itu hanyalah standar dasar untuk melakukan pekerjaan dengan benar.
Tetap Kuat di Usia 60
Yang mungkin paling mengejutkan penonton tentang Son Chang-min adalah bahwa di usia 60 tahun, ia tidak menunjukkan tanda-tanda akan melambat — apalagi mengalah pada modernitas. Ia mengonfirmasi dalam episode tersebut bahwa ia masih menggunakan ponsel 2G, menolak untuk beralih ke smartphone. Pengakuan ini menempatkannya dalam kategori langka yang sama dengan tamu pertama acara itu, pembawa berita senior Kim Dong-gun, yang juga terkenal dengan kesetiaannya pada ponsel jadul.
Disiplin pola makannya sama mengesankannya. Son mengungkapkan bahwa ia membatasi diri tidak lebih dari setengah mangkuk nasi per makan — sebuah pola yang lebih umum diasosiasikan dengan trainee grup idol daripada seorang aktor yang mendekati dekade ketujuhnya. Disiplin itu, ia sarankan, adalah bagian dari komitmen profesional yang sama yang telah membuatnya tetap aktif dan relevan selama lebih dari setengah abad.
Bagi industri hiburan Korea, kemunculan langka Son Chang-min di televisi hiburan adalah lebih dari sekadar episode yang menghibur. Ini adalah pengingat bahwa tradisi akting negeri ini berakar dalam — dan di balik dunia K-drama yang gemerlap dan comeback idol, ada seniman-seniman dengan karier yang membentang jauh sebelum era televisi berwarna, yang mempelajari keahlian mereka melalui dekade kerja keras yang sunyi dan tekun.
Kesediaan Son untuk keluar dari zona nyamannya, berbagi kisah yang ia simpan selama puluhan tahun, dan berbicara terbuka tentang arti menjadi seorang profesional — semua itu hadir dengan ketulusan yang jarang disampaikan televisi hiburan. Apakah ia menunggu 20 tahun lagi untuk penampilan berikutnya atau kembali lebih cepat, penonton akan terus menantikannya.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar