Kim Young-woo dari Sweet Sorrow Bicara Tentang Kesepian yang Tak Bisa Disembuhkan Ketenaran
Vokalis ini merenungkan 20 tahun bermusik, kekosongan universal, dan iman yang menopangnya

Dua puluh tahun membangun karier yang didefinisikan oleh beberapa harmonisasi vokal paling dicintai di Korea Selatan, Kim Young-woo dari trio Sweet Sorrow masih terus belajar — dan dia ingin kamu tahu bahwa itu tidak apa-apa. Dalam percakapan mendalam baru-baru ini, penyanyi ini membuka diri dengan kejujuran yang jarang tentang kesepian industri hiburan, sifat universal dari kekosongan manusia, dan iman yang telah menjadi jangkar kehidupan kreatifnya.
Ini adalah wawancara yang beresonansi jauh melampaui dunia K-pop, menyentuh pertanyaan yang siapa pun — seniman atau akuntan, performer atau pekerja kantoran — akan segera kenali.
Dua Dekade Musik yang Dicintai dari Sweet Sorrow
Sweet Sorrow debut pada 2005 setelah memenangkan Kontes Musik Yoo Jae Ha yang bergengsi setahun sebelumnya. Trio vokal pria ini membangun penggemar setia melalui musik yang pernah mendominasi gelombang udara Korea: harmonisasi halus dan kaya emosi di atas aransemen pop melodis. Lagu-lagu seperti No Matter How Much I Think of You dan You're Pretty menjadi bagian dari budaya balada Korea.
Dua puluh tahun kemudian, grup merayakan tonggak ulang tahunnya pada 2025. Kim Young-woo tetap aktif di berbagai jalur: tampil bersama Sweet Sorrow, membawakan program musik Kristen Sweet Sounds di CGNTV, dan mengajar sebagai dosen di universitas.
Pengakuan di Balik Judul Lagu
Kim Young-woo merefleksikan kesepian yang dulu ia yakini unik bagi para entertainer — perasaan hampa khusus yang datang setelah tepuk tangan mereda dan kamera berhenti berputar. Tapi seiring waktu, ia sampai pada kesadaran yang lebih rendah hati: struktur kekosongan dan kesia-siaan sebenarnya sama bagi semua orang. Entah kamu selebriti atau karyawan perusahaan, ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana, perasaan sia-sia itu universal.
Proyek Baru yang Berakar pada Iman
Awal 2026, Kim Young-woo berpartisipasi dalam Psalm 150 Project, sebuah inisiatif musik jangka panjang yang mempertemukan seniman Korea dengan Mazmur Alkitab. Kontribusinya, Psalm 21: Your Love, Lord, dirilis awal tahun ini dan mendapat sambutan hangat.
Lagu yang ditulis oleh Bae Young-ho dan diaransemen oleh Park Ji-woon ini menginterpretasikan teks kuno Mazmur 21 dalam gaya pop kontemporer — ceria dan berenergi, sengaja berbeda dari suara Sweet Sorrow yang lebih khas halus. Bagi Kim Young-woo, musisi Kristen yang terbuka dengan misi menyebarkan positifitas dan kasih Tuhan, proyek ini adalah perpanjangan alami dari nilai-nilai yang telah dipegangnya.
Seperti Apa Dua Puluh Tahun dari Dalam
Ada jenis kebijaksanaan tertentu yang hanya datang dari upaya berkelanjutan dalam jangka panjang. Kim Young-woo memiliki kebijaksanaan itu. Ia telah menyaksikan K-pop berubah dari industri domestik menjadi fenomena global, dan tetap hadir sambil mempertahankan keseimbangan antara dunia komersial pop Korea dan dunia spiritual musik Kristen.
Dalam lanskap budaya yang sering menghargai kebisingan dan kebaruan, Kim Young-woo adalah pengingat bahwa ketekunan yang diam memiliki kekuatannya sendiri. Karya terbarunya dari Psalm 150 Project tersedia di platform streaming.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar