Show Netflix yang Ditolak Chef Lee Won-il — dan Mengapa Ia Tak Menyesal
Chef selebriti Korea itu mengungkap alasan menolak Culinary Class Wars saat acara tersebut sedang di puncak popularitasnya

Ketika Culinary Class Wars Netflix menjadi salah satu kesuksesan streaming terbesar tahun 2024 — reality show Korea pertama yang memuncaki daftar Global Top 10 TV (Non-Inggris) platform tersebut selama tiga minggu berturut-turut — para penonton menyadari satu nama yang tidak ada dalam daftar peserta: chef selebriti Lee Won-il.
Dalam episode 6 April program variety tvN STORY, Nam Gyeoseo Mwohage, sesama tamu Park Se-ri mengajukan pertanyaan yang selama ini diam-diam dipikirkan para penggemar kuliner. "Acara itu jadi hit besar," katanya. "Kenapa kamu tidak tampil?" Jawaban Lee Won-il menjelaskan segalanya — sekaligus mengungkap bagaimana timing sebuah keputusan ekspansi internasional berbenturan dengan peluang langka dalam sebuah musim.
Tawaran yang Datang di Waktu yang Salah
"Jujur saja, saya pertama kali dihubungi pada 2024," kata Lee Won-il, membenarkan apa yang banyak orang curigai: bahwa ia memang pernah menerima undangan untuk bersaing di Culinary Class Wars pada musim pertamanya. Alasan ia menolak bukan karena keberatan atau ketidaksepakatan kreatif, melainkan karena jadwal pembukaan restoran di luar negeri — khususnya peluncuran Korea Noodle House di Burnaby, Kanada, yang soft-open pada Agustus 2024, bersamaan dengan rencana ekspansi di Singapura.
Bagi seorang chef mana pun, keputusan untuk menolak sebuah hit Netflix adalah hal yang tidak ringan. Bagi Lee Won-il, tampaknya ini adalah pertimbangan matang antara membangun kehadiran internasionalnya dan tampil di acara yang skalanya tidak sepenuhnya ia prediksi saat tawaran itu datang.
"Jadwalnya bentrok dengan agenda saya di luar negeri," jelasnya singkat dalam siaran itu. Jawabannya praktis, tidak dramatis. Namun mengingat apa yang kemudian menjadi Culinary Class Wars, segmen 6 April itu meninggalkan kesan mendalam tentang apa yang mungkin terjadi.
Apa yang Menjadi Culinary Class Wars
Culinary Class Wars (흑백요리사: 요리 계급 전쟁) menyusun kompetisinya sebagai pertarungan antara dua kelas chef: kelompok "Sendok Putih" yang terdiri dari chef selebriti ternama, dan kelompok "Sendok Hitam" yang berisi bakat-bakat tak dikenal yang berjuang demi pengakuan. Format ini langsung beresonansi dengan penonton yang menyukai keahlian memasak sekaligus ketegangan narasi antara nama besar dan bakat mentah.
Acara ini meraih sekitar empat juta penayangan di minggu pertamanya di Netflix dan mendominasi kategori non-Inggris dalam tangga lagu global. Efek sampingnya pun luar biasa: gelombang wisata kuliner yang besar, dengan restoran milik para kontestan melaporkan lonjakan dramatis dalam reservasi dan pengunjung. Juri Paik Jong-won dan Anh Sung-jae — satu-satunya chef bintang tiga Michelin Korea — semakin dikenal luas setelah acara ini tayang. Season 2 hadir akhir 2025, dan Season 3 pun telah diumumkan dengan format baru yang mempertemukan restoran-restoran secara langsung.
Dampak acara ini terhadap budaya makanan Korea pada 2024 dan 2025 setara dengan apa yang dilakukan drama kompetisi besar pada kategori hiburan lainnya: menciptakan kesadaran publik baru terhadap chef profesional dan mengangkat makanan sebagai tema utama hiburan arus utama Korea.
Siapa Lee Won-il?
Lee Won-il telah menjadi salah satu figur paling menonjol dalam media kuliner Korea selama lebih dari satu dekade. Ia dikenal lebih luas melalui penampilan di televisi, termasuk slot reguler dalam acara memasak populer Please Take Care of My Refrigerator dan Cook Representative. Pendekatannya — memadukan teknik kuliner serius dengan kehadiran televisi yang mudah dinikmati — menjadikannya wajah yang dikenal di dunia hiburan dan kuliner Korea.
Basis Seoul-nya mencakup Lee Won-il Table, restoran fine dining dengan 14 kursi di Hannam-dong, Distrik Yongsan, yang menjadi andalan utamanya. Restoran Bean Table sebelumnya memperkenalkannya dalam dunia farm-to-table dining di Seoul. Ekspansi 2024 ke Kanada dan Singapura menandai langkah berarti melampaui pasar kuliner domestik Korea — jenis gerak internasional yang membutuhkan perhatian penuh dan kehadiran fisik selama fase pembukaan.
Dalam episode 6 April, Lee Won-il tampil sebagai chef tamu spesial, memasak bersama Park Se-ri. Keduanya menyiapkan hidangan yang mencakup doenjang jjigae (sup pasta kedelai fermentasi), iga babi braised dengan kimchi aged, dan bibimbap. Segmen dapur yang mendahului pertanyaan Park Se-ri tentang Culinary Class Wars menampilkan sisi lain Lee Won-il: santai, kolaboratif, dan jelas nyaman dalam peran chef-teman daripada kompetitor.
Makna di Balik Kesempatan yang Terlewat
Perlu dicatat bahwa ketidakhadiran Lee Won-il dalam kompetisi tampaknya tidak merugikan kariernya secara nyata. Ekspansi internasionalnya selesai, restorannya tetap aktif, dan kehadirannya di media terus berlanjut. Culinary Class Wars melahirkan pemenang dan memulai karier, tetapi tidak menentukan nasib nama-nama besar yang tidak ikut serta.
Yang tertangkap dalam obrolan 6 April itu adalah sesuatu yang lebih halus: tekstur biasa dari pengambilan keputusan profesional di dunia hiburan Korea, di mana timing, jadwal, dan prioritas yang bersaing menentukan hasil tak kalah penting dari bakat atau ambisi. Lee Won-il membuat keputusan yang masuk akal berdasarkan informasi yang ada padanya di awal 2024. Acara itu menjadi hit generasional. Keduanya benar secara bersamaan.
"Jadwalnya bentrok dengan agenda saya di luar negeri," katanya lagi — dan kejujuran jawabannya, yang disampaikan tanpa penyesalan terlihat, seolah menutup persoalan. Park Se-ri, yang awalnya mengajukan pertanyaan itu, tertawa dan kembali fokus pada makanan.
Langkah Selanjutnya
Bagi dunia hiburan kuliner Korea, Season 3 Culinary Class Wars adalah acara besar berikutnya yang dinantikan. Perubahan format — dari chef individu menjadi restoran yang saling bersaing — membuka kemungkinan bahwa chef yang absen di dua musim pertama mungkin menemukan titik masuk yang berbeda. Apakah jadwal Lee Won-il akan cocok untuk kemungkinan tampil di musim ketiga masih harus ditunggu.
Untuk saat ini, penampilannya di Nam Gyeoseo Mwohage menjadi pengingat akan sebuah cara berbeda: chef Korea ternama yang dengan tenang memasak bersama seorang teman, menjelaskan peluang yang terlewat dengan penuh ketenangan, lalu kembali fokus pada iga babi braised-nya.
Makanannya, menurut semua laporan, sungguh luar biasa.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist focused on Korean music, film, and the global K-Wave. Reports on industry trends, celebrity profiles, and the intersection of Korean pop culture and international audiences.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar