TWICE Sold Out Konser Penutup Seoul Setelah Tur Setahun

TWICE mengakhiri tur dunia THIS IS FOR yang berlangsung selama setahun dengan tingkat permintaan tiket yang menjelaskan mengapa grup ini tetap menjadi salah satu penampil langsung paling andal di K-pop. Konser encore Seoul grup tersebut di KSPO DOME telah terjual habis di seluruh kursi dalam tiga pertunjukan, memberikan penutup yang emosional bagi tur yang dimulai di Korea Juli lalu dan meluas melalui berbagai pemberhentian besar di luar negeri.
Penjualan tiket yang habis tersebut menjadi topik pencarian di Korea setelah peringkat performa lokal menempatkan tur dunia TWICE di puncak percakapan konser secara keseluruhan, dengan konser Busan BTS yang juga muncul tinggi dalam daftar tersebut. Namun, sudut pandang artikel yang lebih kuat adalah hasil pencapaian TWICE sendiri: tiga tanggal encore di Seoul, penjualan habis setelah periode klub penggemar dan tiket umum, serta konsep panggung 360 derajat yang dirancang untuk mengubah pemberhentian terakhir menjadi sebuah acara penggemar skala besar, alih-alih sekadar pertunjukan penutup rutin.
Menurut laporan hiburan Korea yang mengutip JYP Entertainment, konser encore tersebut akan diadakan dari tanggal 10 Juli hingga 12 Juli di KSPO DOME di distrik Songpa, Seoul. Anggota resmi klub penggemar ONCE generasi kelima mendapatkan akses presale pada 9 Juni, diikuti oleh penjualan tiket umum pada 11 Juni. Setelah penjualan umum dibuka, ketiga pertunjukan tersebut terjual habis.
Penutup di Seoul yang Dibangun Berdasarkan Permintaan Tinggi
Penjualan tiket yang habis terjual ini sangat krusial karena konser encore dapat berfungsi dalam dua cara yang sangat berbeda. Terkadang, konser tersebut hanyalah tambahan pemberhentian setelah tur yang sukses. Dalam kasus TWICE, jadwal di Seoul ini dibingkai sebagai bab penutup dari tur dunia yang diperpanjang, sebuah kembalinya mereka ke Korea setelah grup tersebut menghabiskan waktu sekitar satu tahun membawa produksi THIS IS FOR ke berbagai wilayah dan zona waktu.
Tur ini dimulai Juli lalu di Inspire Arena di Incheon, di mana TWICE membuka proyek tersebut dengan awal yang habis terjual. Membawa penutup kembali ke area Seoul memberikan bentuk sirkular pada rangkaian tur ini: Korea meluncurkan tur tersebut, penonton global memperluasnya, dan kini penggemar domestik mendapatkan versi final setelah berbulan-bulan penyempurnaan panggung. Struktur tersebut kemungkinan besar menjadi salah satu alasan mengapa permintaan langsung melonjak saat penjualan tiket umum dibuka.
KSPO DOME juga merupakan tempat yang bermakna untuk sebuah penutup K-pop. Tempat ini adalah salah satu ruang konser dalam ruangan paling ikonik di Seoul dan telah menyelenggarakan banyak pertunjukan skala arena yang mendefinisikan industri ini. Terjual habis dalam tiga tanggal berturut-turut di sana adalah indikator yang berguna bagi kekuatan fandom yang aktif, terutama bagi grup yang memasuki dekade kedua mereka di mata publik.
TWICE memulai debut mereka pada tahun 2015 dan membangun identitas awal mereka melalui lagu-lagu hit yang ceria dan sangat mudah diingat seperti "Cheer Up," "TT," "Likey," dan "Fancy." Satu dekade kemudian, pembicaraan mengenai grup ini bukan lagi tentang apakah mereka dapat menghasilkan lagu yang viral, melainkan tentang apakah mereka dapat terus mengubah keakraban merek menjadi permintaan langsung secara konsisten. Hasil encore ini menjawab pertanyaan tersebut secara praktis: penggemar masih bersedia membeli tiket dalam skala besar.
Panggung 360 Derajat Adalah Daya Tarik Utama
Encore di Seoul akan menggunakan panggung dengan konsep kursi terbuka 360 derajat yang menjadi ciri khas tur ini. Laporan Korea menekankan bahwa TWICE telah menggunakan pendekatan ini di sepanjang tur untuk mengurangi jarak antara panggung dan penonton. Alih-alih mengarahkan energi performa ke satu bagian depan saja, para anggota bergerak melalui rute dan formasi yang berubah-ubah sehingga penggemar yang duduk di sekeliling lokasi dapat merasa terlibat.
Detail tersebut lebih dari sekadar dekorasi produksi. Tur K-pop semakin bersaing dalam hal pengalaman, bukan hanya sekadar daftar lagu. Penggemar sudah mengetahui lagu, koreografi, light stick, dan dinamika antar anggota. Apa yang tidak dapat mereka tangkap sepenuhnya melalui potongan video adalah bagaimana sebuah panggung diatur di dalam ruangan dan seberapa dekat para penampil terasa dari berbagai kursi yang berbeda. Tata letak 360 derajat mengubah desain fisik tersebut menjadi bagian dari nilai jual utama.
Bagi TWICE, format ini juga selaras dengan identitas performa grup tersebut. Para anggota dikenal melalui koreografi grup yang sinkron, namun mereka juga memiliki pengakuan individual yang cukup sehingga perhatian penggemar secara alami berpindah dari satu anggota ke anggota lainnya. Desain panggung yang lebih melingkar dapat mendukung ritme tersebut, memungkinkan berbagai bagian penonton untuk menangkap interaksi antaranggota, transisi, dan gestur kecil yang mungkin terlewatkan dalam pengaturan satu arah konvensional.
Pendekatan ini juga menandakan sebuah kepercayaan diri. Membuka kursi di semua sisi dapat mengekspos kelemahan penyajian panggung karena terdapat lebih sedikit tempat untuk menyembunyikan momen yang tidak aktif. Laporan yang mendeskripsikan tur TWICE mencatat bahwa grup tersebut menyesuaikan pergerakan sesuai dengan setlist dan terus bergeser ke arah penggemar di seluruh area lokasi. Untuk sebuah penutup, jenis penyajian panggung seperti itu menjanjikan sebuah pertunjukan yang dibentuk oleh pelajaran yang dipetik di sepanjang tur penuh, alih-alih sekadar pengulangan sederhana dari versi pembukaan.
Eropa Menambah Bobot pada Pertunjukan Kepulangan
Penjualan tiket habis di Seoul menyusul penyelesaian rangkaian tur Eropa TWICE. Laporan Korea menyebutkan bahwa grup tersebut menutup tur Eropa delapan kota dengan 11 pertunjukan melalui sebuah penampilan di O2 Arena, London, pada tanggal 4 Juni waktu setempat. Itinerari tersebut mencakup kota-kota seperti Lisbon, Barcelona, Turin, Cologne, dan Amsterdam, dengan beberapa pemberhentian digambarkan sebagai destinasi konser solo pertama bagi grup tersebut.
Konteks tersebut memperkuat urgensi penutup di Seoul. Bagi grup K-pop yang telah lama berkarier, Eropa sering kali menjadi pengujian penting untuk melihat apakah fandom global tetap aktif di luar metrik streaming dan album. Respons Eropa yang kuat membantu membingkai tanggal-tanggal terakhir di Korea sebagai bagian dari pembuktian permintaan pasar yang lebih luas, bukan sekadar perayaan domestik.
Laporan tersebut juga menggambarkan reaksi hangat dari warga lokal di kota-kota Eropa tersebut, yang sesuai dengan pola besar tur K-pop di pertengahan tahun 2020-an. Grup tidak lagi hanya mengandalkan segelintir pusat kegiatan di Asia dan Amerika Utara. Mereka sedang membangun rute yang mencakup lebih banyak pasar Eropa, dan penggemar di kota-kota tersebut semakin mengharapkan produksi skala penuh alih-alih pertunjukan singkat. Kemampuan TWICE untuk melakukan tur besar di lanskap tersebut menambah bobot pada status tiket terjual habis pada encore di Seoul.
Fakta bahwa beberapa kota di Eropa merupakan pemberhentian solo untuk pertama kalinya juga memberikan narasi pertumbuhan pada tur ini. Setelah bertahun-tahun menjadi nama K-pop yang sudah dikenal, TWICE masih terus memperluas peta wilayah di mana mereka dapat menjadi penampil utama. Ini adalah narasi yang lebih kuat daripada sekadar masa karier yang panjang. Hal ini menunjukkan bahwa audiens grup tersebut tidak hanya bertahan stabil, tetapi juga terus membuka kantong-kantong baru permintaan konser langsung.
Mengapa Hal Ini Tetap Penting di Tahun Kesepuluh TWICE
Dalam industri K-pop, penanda satu dekade dapat menjadi masa yang sulit. Grup harus menyeimbangkan antara nostalgia dengan reinvensi, aktivitas individu dengan identitas tim, serta lagu-lagu hit lama dengan materi baru. Rangkaian konser encore yang terjual habis tidak menyelesaikan semua pertanyaan, namun hal tersebut menunjukkan bahwa merek tim TWICE tetap hidup secara komersial dalam bentuk yang sulit dipalsukan: kehadiran penonton yang bersedia membayar.
Waktu pelaksanaan ini juga memberikan kerangka emosional yang jelas bagi ONCE. Pertunjukan di Seoul bukan sekadar acara penjualan tiket biasa. Pertunjukan tersebut disajikan sebagai tiga malam terakhir dari tur berdurasi satu tahun, sebuah tempat di mana rute global grup tersebut kembali ke audiens asalnya. Bagi penggemar yang mengikuti pembaruan dari Eropa, menonton klip dari pemberhentian sebelumnya, atau melewatkan tanggal pembukaan di Korea, konser encore ini menjadi kesempatan untuk melihat versi produksi yang paling matang.
Itulah sebabnya minat pencarian di Korea menjadi masuk akal. Angka utamanya sederhana: tiga pertunjukan, semuanya terjual habis. Narasi di sekitarnya jauh lebih kaya: sebuah grup yang telah berusia satu dekade menutup tur dunia yang panjang, panggung 360 derajat yang dirancang untuk imersi, rangkaian tur Eropa yang mencakup kota-kota yang baru pertama kali menyelenggarakan konser solo, dan sebuah fandom yang masih cukup kuat untuk mengisi KSPO DOME selama beberapa malam.
Seiring mendekatnya bulan Juli, pertanyaan berikutnya adalah apa yang akan dipilih oleh TWICE untuk ditekankan dalam setlist dan penyajian akhir mereka. Grup ini memiliki sejarah yang cukup panjang untuk membuat konser tersebut terasa seperti sebuah retrospektif, namun pembingkaian THIS IS FOR menyiratkan sesuatu yang lebih berorientasi ke masa depan: sebuah penutup yang memperlakukan masa panjang sebagai sebuah momentum. Jika encore di Seoul mampu menepati janji tersebut, keberhasilan tiket yang terjual habis ini tidak hanya akan diingat sebagai pencapaian penjualan tiket, melainkan sebagai sebuah pernyataan tentang posisi TWICE dalam era pertunjukan langsung K-pop.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist focused on Korean music, film, and the global K-Wave. Reports on industry trends, celebrity profiles, and the intersection of Korean pop culture and international audiences.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar