Apa yang Sebenarnya Dialami Tablo Saat Foto BTS yang Terkenal Ini Diambil

Kisah di balik foto grup ikonik BTS dan Epik High tahun 2014 tersembunyi selama lebih dari satu dekade — hingga kini terungkap

|7 menit baca0
Apa yang Sebenarnya Dialami Tablo Saat Foto BTS yang Terkenal Ini Diambil

Ada sebuah foto yang telah dibagikan para penggemar K-pop selama bertahun-tahun — foto grup BTS dan Epik High, yang diambil di backstage M Countdown pada tahun 2014. Selama ini, foto tersebut dirayakan sebagai pertemuan menyenangkan antara dua grup Korea yang dicintai, sebuah momen nostalgia ketika BTS yang masih muda berjumpa dengan para seniman yang sangat mereka kagumi. Namun 12 tahun kemudian, kebenaran di balik foto itu akhirnya terungkap — dan kisah tersebut memberi makna yang sama sekali berbeda pada momen itu.

Dalam episode terbaru acara YouTube Epik High, EPIKASE, anggota BTS RM dan Suga hadir sebagai tamu untuk mendiskusikan album kolaborasi mereka, ARIRANG. Dalam perbincangan itu, sang host Tablo mengarahkan perhatian pada foto terkenal tersebut dan mengungkap sesuatu yang selama ini ia simpan sendiri sejak foto itu diambil.

Kisah Nyata di Balik Foto M Countdown 2014

Foto itu diambil di studio M Countdown pada 2014, saat BTS dan Epik High dijadwalkan tampil bersamaan. Bagi BTS yang baru debut setahun sebelumnya dan masih membangun basis penggemarnya, bertemu Epik High adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Grup ini sudah lama menyatakan kekaguman mereka terhadap Epik High, dan foto yang dihasilkan menampilkan mereka dengan senyum lebar, penuh semangat, berpose di samping senior mereka dengan kegembiraan yang tulus.

Yang tidak diketahui satu pun anggota BTS adalah bahwa Tablo terbangun pagi itu dengan salah satu rasa sakit terparah dalam hidupnya. Ia mengalami serangan batu ginjal yang parah, pingsan di kamar mandi, dan segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan darurat. Setelah mendapat suntikan penghilang rasa sakit, ia kembali untuk memenuhi kewajibannya secara profesional — tampil live di televisi nasional dan berinteraksi hangat dengan semua orang di sekitarnya — tanpa memberitahu satu pun orang tentang apa yang sedang dialaminya.

Batu ginjal dikenal sebagai salah satu kondisi medis paling menyakitkan yang dapat dialami seseorang, sering digambarkan oleh mereka yang pernah mengalaminya sebagai rasa sakit yang setara dengan melahirkan atau tulang yang patah. Bahwa Tablo mampu berdiri tegak, menjaga ketenangannya, tersenyum ke kamera, dan tampil live dalam kondisi seperti itu adalah bukti dedikasi profesional yang membuat RM dan Suga sangat tergerak saat percakapan di EPIKASE berlangsung.

Para anggota BTS yang masih muda dalam foto itu — penuh kegembiraan dan sama sekali tidak tahu kondisi senior mereka — berbagi momen penting bersama seseorang yang diam-diam berjuang melawan rasa sakit yang luar biasa. Ketika Tablo akhirnya mengungkapkan ini di EPIKASE, reaksinya langsung terasa. Sebuah foto yang selama ini dicintai para penggemar mendadak memiliki makna yang jauh lebih dalam.

BTS, Epik High, dan Ikatan Lintas Generasi

Pertemuan tahun 2014 itu bukan sekadar persinggahan biasa di industri ini. BTS, dan khususnya RM dan Suga, telah berulang kali mengungkapkan betapa dalamnya pengaruh Epik High terhadap mereka — tidak hanya secara musikal, tetapi juga dalam pendekatan mereka terhadap seni, kejujuran, dan apa artinya membangun karier jangka panjang dengan cara sendiri. Epik High, yang debut pada 2003, ikut mendefinisikan identitas hip-hop Korea di saat genre itu masih berjuang mendapat pengakuan arus utama, dan teladan mereka meninggalkan jejak yang jelas pada generasi seniman yang mengikuti.

Kehadiran RM dan Suga di EPIKASE berpusat pada album ARIRANG, sebuah proyek kolaboratif yang membawa anggota BTS ke dalam dialog kreatif langsung bersama Tablo dan grupnya. Episode itu memberi penggemar sesuatu yang langka: percakapan jujur antara dua grup di tahap karier yang sangat berbeda, berbicara terbuka tentang sejarah bersama, kesenian, dan hal-hal tak terlihat yang dibawa seseorang di balik layar.

Bagi penggemar lama kedua grup, menyaksikan RM dan Suga duduk berhadapan dengan Tablo dan berbicara seperti ini terasa seperti reuni yang intim — dua generasi musik Korea, akhirnya menceritakan kisah-kisah yang selama ini menunggu untuk diceritakan.

Malam Anggota BTS Menangis

Kisah batu ginjal bukan satu-satunya pengungkapan di balik layar dari episode itu. RM juga menceritakan insiden emosional dari sebuah songwriting camp BTS di Los Angeles, saat para anggota tinggal dan bekerja bersama dalam periode kreatif yang intensif.

Insiden itu terjadi larut malam, setelah grup berkumpul sambil minum bersama dan suasana di ruangan menjadi reflektif dan emosional. RM menyarankan agar mereka merapikan ruang bersama — permintaan yang, dalam suasana malam itu, secara tak terduga memantik konflik. Jimin keberatan dengan cara RM berbicara kepada V (Taehyung), dan apa yang dimulai sebagai kesalahpahaman kecil berkembang menjadi pertengkaran emosional penuh yang berakhir dengan Jimin dan V keduanya menangis.

RM, yang sama sekali tidak bermaksud menimbulkan konflik, mendapati dirinya menjadi tokoh antagonis yang tidak disengaja malam itu. Suga, yang juga hadir, turun tangan untuk menengahi situasi. Mengenangnya untuk penonton EPIKASE, baik RM maupun Suga mengakui bahwa segalanya memanas seperti yang terkadang terjadi saat emosi sedang tinggi. Suga mengenang bahwa karena mereka semua mabuk, apa yang mereka pertengkarkan — mereka sendiri tidak tahu persis, merangkum kebingungan malam itu dalam satu baris yang jujur dan tenang.

Kisah itu, alih-alih mengkhawatirkan, melukiskan gambaran lembut tentang sekelompok pemuda yang sangat saling menyayangi, sangat berdedikasi pada pekerjaan bersama mereka, dan menavigasi semua gejolak emosional yang menyertai hidup bersama di bawah tekanan dan sorotan publik yang intens. Para penggemar merespons dengan tawa dan kehangatan — melihat dalam kisah itu BTS yang sepenuhnya manusiawi yang selalu mereka yakini ada di balik penampilan yang dipoles.

Mengapa Kisah-Kisah Ini Penting

Ada makna khusus pada momen-momen seperti yang dibagikan dalam episode EPIKASE ini. Keputusan Tablo untuk menceritakan kisah batu ginjal 12 tahun setelah kejadian, kesediaan RM untuk mengisahkan pertengkaran larut malam, kejujuran Suga yang mudah tentang kebingungan malam itu — tidak satu pun dari semua itu harus dikatakan. Mereka adalah seniman yang bisa menyimpan kisah-kisah ini selamanya.

Sebaliknya, dalam konteks percakapan santai bersama orang-orang yang benar-benar mereka percaya, mereka menawarkannya dengan bebas. Hasilnya adalah serangkaian kisah yang mengingatkan penggemar bahwa para seniman yang mereka cintai selalu membawa lebih dari yang mereka tunjukkan — dan bahwa bahkan foto paling ikonik pun bisa menyembunyikan kebenaran yang paling tak terduga.

Episode EPIKASE itu menyebar dengan cepat di komunitas K-pop, dengan ARMY dan penggemar Epik High sama-sama tergerak oleh pengungkapan tersebut. Akun-akun penggemar mengedarkan foto 2014 itu beserta timestamp episode, dan kolom komentar dipenuhi penggemar yang memproses apa artinya akhirnya mengetahui apa yang sedang dialami Tablo pada momen itu. Seorang penggemar menulis bahwa ia menanggung begitu banyak hanya untuk mengambil foto itu — dan mereka tidak tahu sama sekali.

Apa Selanjutnya untuk BTS dan Epik High

Dengan beberapa anggota BTS yang menyelesaikan wajib militer dan bersiap untuk babak berikutnya grup ini, percakapan seperti di EPIKASE menawarkan penggemar pratinjau bermakna tentang energi dan keterbukaan yang dibawa BTS memasuki periode ini. Kolaborasi ARIRANG dengan Epik High menandakan bahwa ikatan yang terjalin pada 2014 dan tahun-tahun berikutnya tetap sama pentingnya seperti dulu.

Bagi Tablo dan Epik High, EPIKASE telah membuktikan dirinya sebagai format yang sangat berharga untuk jenis penceritaan ini — percakapan yang melampaui obrolan permukaan tur pers dan masuk ke tekstur nyata dari apa artinya membangun karier dalam musik Korea. Episode BTS, dengan pengungkapan berlapis dan resonansi emosional yang tenang, termasuk yang paling berkesan.

Foto 2014 tetaplah apa adanya: dua grup yang sejenak berbagi bingkai, sebuah pertemuan antara masa lalu dan masa kini musik Korea. Kini ia hanya membawa lebih banyak makna. Di balik senyum dan pose khas itu, seorang pria sedang berjuang melewati beberapa rasa sakit terburuk yang bisa dibayangkan — namun tetap hadir sepenuhnya dan dengan penuh kebaikan untuk semua orang di sekitarnya.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Jang Hojin
Jang Hojin

Entertainment Journalist · KEnterHub

Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.

K-PopK-DramaK-MovieKorean CelebritiesAward Shows

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar

Memuat...

Diskusi

Memuat...

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait