Mengapa Pemotretan An Yujin untuk Vogue Korea x Lacoste Sangat Berarti
Pemimpin IVE tampil dalam sampul digital yang memantapkan posisinya sebagai brand ambassador fashion paling diminati di K-pop

Ketika Vogue Korea merilis sampul digital terbarunya pada 25 Maret 2026, ini bukan sekadar sesi foto selebriti biasa. An Yujin, pemimpin berusia 22 tahun dari grup K-pop IVE, berdiri di garis depan koleksi Musim Semi/Musim Panas 2026 Lacoste — dan editorial tersebut berbicara banyak tentang di mana ia berada dalam kariernya, sama seperti tentang brand itu sendiri.
Sampul tersebut, berlatar belakang loker berwarna pastel yang mengingatkan pada sebuah klub tenis yang disinari matahari, menangkap An Yujin dalam setelan oversized yang dipadukan dengan atasan bergaris, sweater polo, dan celana pendek santai — semuanya dari lini terbaru Lacoste. Konsepnya sepenuhnya memanfaatkan identitas awal label Prancis itu sebagai pelopor pakaian olahraga, sementara kehadiran An Yujin yang natural memberikan sentuhan yang sangat modern. Ini adalah, dari sudut mana pun, sebuah pemotretan yang penuh pernyataan.
An Yujin dan Lacoste: Kemitraan yang Dibangun untuk Jangka Panjang
An Yujin secara resmi dinobatkan sebagai brand ambassador Korea untuk Lacoste pada April 2025, debut dalam peran itu dengan penampilan di runway show Lacoste Fall/Winter 2025 di Stadion Roland Garros di Paris. Momen itu — seorang idola K-pop berdiri di rumah spiritual tenis Prancis — memiliki simbolisme yang mencolok: dua dunia budaya performa, dipersatukan oleh bahasa bersama tentang gaya dan ketepatan.
Pernyataan resmi Lacoste ketika mengumumkan An Yujin sebagai ambassador menggambarkan "kehadiran khasnya di industri K-pop" sebagai sesuatu yang selaras dengan "gaya yang canggih namun kontemporer" dari brand tersebut. Mereka menonjolkan "energi yang bersemangat dan rasa gaya yang mudah" sebagai ciri seseorang yang "mendefinisikan ulang kode fashion generasinya".
An Yujin merespons dengan antusiasme yang sama. "Sebagai artis K-pop, saya terus mencari tantangan baru dalam gaya dan performa, seperti bagaimana René Lacoste mengubah pakaian olahraga", katanya kala itu. "Saya sangat senang bekerja sama dengan Lacoste dan memperkenalkan keanggunan abadinya kepada audiens Korea maupun global".
Bagi Lacoste, kemitraan ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas dan disengaja dalam bagaimana brand Prancis yang berusia 90 tahun itu memposisikan diri di pasar Asia. Label ini secara sengaja mengembangkan para ambassador K-wave — Kai dari EXO dinobatkan sebagai brand ambassador Korea pada Februari 2026, dan kampanye "Play Big" Asia Lacoste telah menarik tokoh-tokoh seperti Jeon Somi dan aktor Tiongkok Wang Yi Bo. Yang dimiliki setiap ambassador ini bukan hanya popularitas, tetapi jenis otoritas budaya yang spesifik: mereka adalah artis yang pengaruhnya mengalir dengan lancar antara musik, fashion, dan trendsetting global.
Di Balik Pemotretan: Tennis-Court Chic yang Diimajinasikan Ulang
Koleksi Musim Semi/Musim Panas 2026 yang ditampilkan dalam editorial Vogue Korea adalah interpretasi ulang langsung dari estetika Lacoste yang paling abadi — the "tennis mood". Didirikan pada 1933 oleh juara tenis dunia No. 1 René Lacoste, brand ini membangun identitasnya berdasarkan gagasan bahwa keanggunan dan atletisme bukanlah kekuatan yang berlawanan. Kemeja polo ikonik L.12.12, yang diperkenalkan Lacoste di lapangan tenis, adalah salah satu pertama kalinya logo sebuah brand muncul di luar pakaian. Warisan itu mengalir melalui setiap busana dalam jajaran S/S 2026.
Dalam pemotretan Vogue Korea, An Yujin mengenakan sejarah itu dengan ringan. Styling memadukan setelan terstruktur oversized dengan atasan bergaris berlapis, menciptakan apa yang editorial deskripsikan sebagai "suasana trendi namun sophisticated". An Yujin bergerak di antara look-look tersebut dengan kemudahan seseorang yang telah bertahun-tahun tampil di atas panggung besar — hadir sepenuhnya, tidak pernah kaku.
Setting ruang ganti adalah pilihan yang disengaja: ini mengakar editorial high-fashion dalam dunia atletis yang terasa nyata untuk dihuni, bukan sekadar untuk dikagumi dari kejauhan. Dipadukan dengan tinggi badan 173 cm An Yujin dan postur yang presisi dan tenang, hasilnya adalah pemotretan yang menyeimbangkan keanggunan Prancis brand ini dengan sesuatu yang lebih hangat dan langsung.
Karier Fashion yang Dibangun Seiring Musik
Yang membuat kampanye Lacoste bersama An Yujin sangat menonjol adalah bahwa ini tidak datang dari ruang hampa. Ia telah membangun portofolio fashion yang serius di samping karier musiknya selama bertahun-tahun — yang mencerminkan rasa identitasnya yang terus berkembang maupun brand-brand yang ia wakili.
Ia diangkat sebagai ambassador Fendi pada Januari 2023, menjadikannya salah satu orang termuda dalam peran itu pada saat itu, dan telah menjadi wajah kampanye untuk tas Peekaboo ikonik rumah Italia tersebut di beberapa musim. Bulan ini, ia menjadi sampul Marie Claire Korea berkolaborasi dengan Tom Ford Beauty — pemotretan bertema sinematik Tom Ford yang tim produksinya deskripsikan sebagai bukti kemampuannya untuk "menjadi cerita" daripada sekadar memakai pakaian.
Sampul Vogue Korea untuk Lacoste datang hanya seminggu setelah pemotretan Marie Claire tersebut, menempatkan An Yujin sebagai salah satu wajah paling diminati dalam fashion Korea saat ini. Di usia 22 tahun, ia sekaligus menjadi pemimpin salah satu grup K-pop terbesar di dunia, enam kali MC SBS Gayo Daejeon — rekor untuk siapa pun yang pernah memegang peran tersebut — dan sosok yang rutin hadir di barisan depan pekan mode global.
Latar Belakang IVE: Sebuah Grup di Puncak Kekuatannya
Pekerjaan fashion An Yujin semakin bermakna ketika diposisikan dalam konteks lintasan IVE saat ini sebagai grup. Hanya beberapa minggu sebelum sampul Vogue Korea diluncurkan, IVE membuat sejarah K-pop dengan comeback Februari 2026 mereka.
Single pre-rilis mereka "BANG BANG" meraih Perfect All-Kill pada 24 Februari 2026 — PAK keenam dalam karier IVE, menjadikan mereka girl group pertama dalam sejarah K-pop yang meraih PAK dengan enam lagu yang berbeda. Hanya IU dan BIGBANG yang menyamai angka tersebut di genre mana pun. Grup ini juga memegang rekor mencapai enam PAK lebih cepat dari artis mana pun dalam sejarah. Album studio kedua mereka REVIVE+, yang dirilis pada 23 Februari, meraih No. 1 di semua lima platform streaming domestik utama secara bersamaan pada hari rilis, dengan setiap lagu masuk dalam HOT100 Melon.
"BANG BANG" mempertahankan posisi No. 1 di tangga lagu mingguan Melon selama tiga minggu berturut-turut dan menempati puncak tangga lagu mingguan Genie dan Bugs selama empat minggu berturut-turut. Di tingkat internasional, REVIVE+ mencapai No. 3 di tangga lagu World Albums Billboard. Tur dunia grup "SHOW WHAT I AM", yang diluncurkan Oktober 2025 di KSPO DOME Seoul, kini telah menjangkau lebih dari 420.000 penggemar di 19 negara, dengan etape Amerika Utara yang diumumkan untuk musim panas 2026.
Bagi sebuah brand seperti Lacoste — yang sedang aktif memperluas kehadiran di Asia dan di antara audiens muda global — memiliki An Yujin sebagai wajah koleksi S/S 2026 pada momen khusus ini bukanlah kebetulan. Ia saat ini berada di persimpangan setiap percakapan budaya yang ingin diikuti brand tersebut.
Sampul digital Vogue Korea akan tersedia di seluruh platform digital Vogue Korea. Bagi DIVE — fandom IVE — timing editorial ini, yang datang tepat saat era terbaru grup mencapai momentum penuh, terasa seperti satu sinyal lagi bahwa kisah An Yujin masih jauh dari penutupannya.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist specializing in K-Pop, K-Drama, and Korean celebrity news. Covers artist comebacks, drama premieres, award shows, and fan culture with in-depth reporting and analysis.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar