Mengapa Film Pilihan Festival Film Berlin Ini Butuh 75 Tahun untuk Dibuat

Sutradara Jung Ji-young mengangkat kisah Jeju 4.3 yang belum pernah diceritakan ke layar lebar dengan deretan bintang ternama

|6 menit baca0
Mengapa Film Pilihan Festival Film Berlin Ini Butuh 75 Tahun untuk Dibuat

Ada kisah-kisah yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk sampai ke layar lebar — bukan karena tidak ada yang ingin menceritakannya, melainkan karena seluruh bangsa membutuhkan waktu untuk siap mendengarnya. "My Name Is" (내 이름은), film terbaru karya sutradara ternama Jung Ji-young (정지영), adalah salah satu kisah tersebut. Terpilih untuk seksi Forum di Festival Film Internasional Berlin ke-76, film ini akan tayang di bioskop Korea pada 15 April 2026, membawa serta lebih dari tujuh dekade keheningan seputar salah satu bab paling menyakitkan dalam sejarah Korea modern.

Film ini berkisah tentang Yeong-ok, seorang remaja berusia 18 tahun yang diperankan oleh bintang muda Shin Woo-bin (신우빈), yang sangat ingin melepaskan namanya yang ia anggap kuno dan memalukan. Sang ibu, Jeong-sun, yang diperankan dengan luar biasa oleh Yeom Hye-ran (염혜란), bersikeras bahwa nama tersebut harus dipertahankan. Seiring cerita terungkap melintasi beberapa garis waktu, misteri di balik janji berusia 50 tahun perlahan muncul ke permukaan — berakar pada peristiwa tahun 1949 di Jeju, ketika pulau tersebut dilanda tragedi yang coba dilupakan bangsa selama puluhan tahun.

Film Komersial Pertama tentang Insiden Jeju 4.3

Yang membuat "My Name Is" memiliki signifikansi historis melampaui pengakuan Berlin adalah statusnya sebagai film komersial Korea pertama yang secara langsung mengangkat Insiden 3 April Jeju — tragedi yang merenggut nyawa puluhan ribu warga sipil di Pulau Jeju antara tahun 1947-1954. Sutradara Jung Ji-young dengan apik merajut latar belakang sejarah ke dalam narasi keluarga personal melalui lensa trauma antargenerasi. Aktor veteran Yoo Jun-sang (유준상) berperan sebagai Yeong-ok dewasa, menciptakan koneksi emosional yang membentang melintasi tiga periode waktu dengan tiga pemeran berbeda.

Promosi Besar-besaran

Yeom Hye-ran akan tampil di acara You Quiz on the Block tvN pada 18 Maret, di mana ia menggambarkan dirinya seperti karakter Geummyeong dari drama "Poksak Sokasuda" (폭삭 속았수다). Pada 22 Maret, sutradara Jung Ji-young bersama Yoo Jun-sang akan hadir di program Straight MBC untuk membahas sejarah Jeju 1949. Rangkaian promosi ditutup pada 23 Maret di acara Tokpawon 25 Si JTBC dengan cuplikan behind-the-scenes dari Berlin, bersama pembawa acara Baek Eun-ha dan koresponden dari Prancis.

Pengakuan dari Berlin

Seksi Forum dikenal sebagai wadah bagi kisah-kisah yang kurang terwakili di layar lebar. Film ini disebut-sebut sebagai dark horse potensial untuk box office April. Ini juga menjadi tonggak penting dalam karier Yeom Hye-ran — dari pemeran pendukung yang mencuri perhatian menjadi pemeran utama melalui karya-karya seperti The Glory, Mask Girl, dan Mad Dance Office.

Kisah yang Menolak untuk Dilupakan

Penonton Korea semakin menunjukkan kesiapan untuk menghadapi sejarah yang sulit. Sutradara Jung Ji-young membuktikan bahwa sinema komersial dapat melayani kesadaran sosial. "My Name Is" bukan sekadar film — ini adalah kisah tentang nama yang kita bawa, rahasia orang tua yang tersembunyi, dan sejarah yang diwariskan lintas generasi.

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Park Chulwon
Park Chulwon

Entertainment Journalist · KEnterHub

Entertainment journalist focused on Korean music, film, and the global K-Wave. Reports on industry trends, celebrity profiles, and the intersection of Korean pop culture and international audiences.

K-PopK-DramaK-MovieKorean CelebritiesGlobal K-Wave

Komentar

Silakan masuk untuk berkomentar

Memuat...

Diskusi

Memuat...

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait