WOODZ Menunggu 13 Tahun untuk Momen Ini — Album Penuh Pertamanya Membuat Arena Sold Out
Penyanyi-penulis lagu Cho Seungyoun memulai tur dunia 17 kota dengan Archive. 1 di Inspire Arena

Selama tiga belas tahun, WOODZ telah menjadi banyak hal — trainee, anggota grup idol, artis solo, tentara wajib militer, dan sepanjang semua itu, seorang penulis lagu yang terus mengasah kemampuannya. Pada 15 Maret, berdiri di atas panggung Inspire Arena Incheon dengan album penuh pertamanya yang akhirnya ada di tangannya, artis bernama asli Cho Seungyoun membuktikan bahwa beberapa hal layak untuk ditunggu.
Konser dua malam 2026 WOODZ WORLD TOUR Archive. 1 IN INCHEON menjadi pembuka tur dunia 17 kota yang mencakup Asia, Eropa, dan Oseania. Tiket kedua malam habis begitu cepat hingga server ticketing kewalahan — sebuah bukti nyata betapa jauhnya WOODZ berkembang dari masa ketika banyak orang hanya mengenalnya sebagai anggota grup proyek UNIQ yang telah bubar.
Perjalanan 13 Tahun Terarsipkan dalam Satu Album
Dirilis pada 4 Maret, Archive. 1 adalah album reguler pertama WOODZ meskipun ia telah merilis beberapa mini album dan singel sepanjang kariernya. Seluruh lagu dalam album langsung masuk chart segera setelah rilis, sebuah pencapaian langka bagi artis solo di industri musik Korea yang sangat kompetitif. Dalam wawancara dengan USA Today menjelang tur, WOODZ menjelaskan makna judul album: album ini merupakan arsip dari semua yang ia alami dan ciptakan selama 13 tahun di industri.
Saya tidak ingin terkurung dalam satu kerangka, ujarnya kepada media Amerika tersebut. Pernyataan ini tercermin jelas dalam tracklist yang melintas berbagai genre. Dari Drowning yang menciptakan fenomena chart re-entry mengejutkan hingga lagu baru seperti Bloodline dan Downtown, album ini menampilkan sosok musisi yang menolak terjebak dalam satu sound saja.
Malam Pembuka: Hari Ini Akan Berlari Seolah Tidak Ada Esok
Pada malam pertama, WOODZ muncul dari area floor dekat console, berjalan melewati para fans sebelum naik ke panggung utama — sebuah pilihan yang disengaja untuk meruntuhkan tembok antara artis dan penonton. Ia membuka dengan Bloodline dan Downtown dari album baru sebelum beralih ke Dirt on My Leather dari mini album 2022 Colorful Trauma.
Setelah blok pembuka yang penuh energi, WOODZ berbicara kepada fans dengan keterus-terangannya yang khas: Terima kasih sudah memenuhi venue seperti kemarin. Sudah terisi penuh energinya? Hari ini akan berlari seolah tidak ada esok. Penonton bersorak membahana, dan ia menepati janjinya.
Setlist memadukan lagu favorit fans dengan materi baru, menciptakan narasi yang mencerminkan konsep arsip album. Hit seperti AMNESIA, Without You, dan FEEL LIKE berdampingan dengan trek baru, memberikan alasan bagi fans lama maupun baru untuk larut dalam musik.
Dari Drowning Menuju Panggung Global
Perjalanan WOODZ adalah pelajaran tentang kegigihan. Setelah debut pada 2014 sebagai bagian dari grup Sino-Korea UNIQ, ia melewati ujian Mnet Produce X 101 dan sempat beraktivitas dengan grup proyek X1 sebelum pembubarannya. Alih-alih membiarkan kegagalan mendefinisikannya, ia menyalurkan setiap pengalaman ke dalam karya solonya dengan nama WOODZ.
Titik balik datang dari Drowning, lagu yang mengalami kebangkitan viral dan memperkenalkannya kepada basis fans baru yang sangat besar. Chart re-entry yang tak terduga ini menjadi salah satu kisah comeback paling dirayakan dalam sejarah K-pop — bukan comeback sebuah grup, tapi kehidupan kedua sebuah lagu. Ini membuktikan bahwa musik WOODZ memiliki daya tahan yang melampaui siklus promosi.
Baru-baru ini, Sohee dari RIIZE juga ikut Cinema Challenge dari album baru, menunjukkan bagaimana musik WOODZ terus beresonansi lintas generasi artis K-pop. Kemampuannya mendapatkan pengakuan dari sesama maupun artis yang lebih muda berbicara tentang posisinya sebagai musisi yang dikagumi oleh sesama musisi.
Encore yang Mengatakan Segalanya
Momen paling emosional datang saat encore. Ketika WOODZ meninggalkan panggung, fans mulai meneriakkan nama aslinya — Cho Seungyoun — bukan nama panggungnya. Di layar LED muncul kata Journey, sebuah pengakuan diam-diam atas perjalanan yang membawanya ke momen ini. Ketika WOODZ kembali ke panggung, beban 13 tahun seolah terkristalisasi dalam satu tatapan penuh rasa syukur.
Terima kasih telah menjadi bagian dari babak baru dalam kisah musisi bernama WOODZ, katanya kepada fans, suaranya tenang namun jelas terharu. Konser ini bukan sekadar pembuka tur — melainkan pernyataan bahwa WOODZ telah tiba di tempat yang selama lebih dari satu dekade ia bangun.
Ini adalah tur dunia keduanya, setelah tur OO-LI 2023 dan perpanjangan encore-nya. Namun dengan album penuh yang akhirnya mendukungnya dan 17 kota di tiga benua di depan, Archive. 1 terasa bukan sebagai tonggak melainkan sebagai landasan peluncuran. Bagi seorang musisi yang menghabiskan 13 tahun membuktikan bahwa ia bisa melakukan segalanya — rock, R&B, rap, dance — tur dunia ini adalah validasi utama bahwa penonton di mana pun siap untuk mendengarkan.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
저작권자 © KEnterHub 무단전재 및 재배포, AI학습 및 활용 금지

Entertainment Journalist · KEnterHub
Entertainment journalist focused on Korean music, film, and the global K-Wave. Reports on industry trends, celebrity profiles, and the intersection of Korean pop culture and international audiences.
Komentar
Silakan masuk untuk berkomentar